Dari Fesyen hingga IoT, Inkubator BDI Lahirkan Wirausaha Industri Baru

Kemenperin Perkuat Wirausaha Industri - Dari Fesyen hingga IoT Inkubator BDI Lahirkan Wirausaha Industri Baru
Program Inkubator Bisnis BDI Kemenperin membina wirausaha baru dari berbagai sektor, mulai dari fesyen hingga inovasi teknologi berbasis IoT. (Foto arsip Kemenperin)

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membina 37 wirausaha industri baru melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri (BDI) pada 2025.

Program ini turut menyerap 212 tenaga kerja dari berbagai sektor, mulai dari fesyen, makanan dan minuman, hingga manufaktur berbasis teknologi.

Read More

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan wirausaha industri menjadi salah satu kunci untuk memperkuat struktur industri nasional dari hulu hingga hilir.

“Wirausaha industri merupakan bagian penting dari sumber daya manusia industri yang perlu terus difasilitasi. Melalui program inkubator bisnis, kami mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/4).

Program inkubator bisnis ini dijalankan oleh tujuh BDI Kemenperin, yakni di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Meski berbasis di kota-kota tersebut, program ini terbuka bagi pelaku usaha dari seluruh Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menjelaskan, para peserta atau tenant mendapatkan pendampingan komprehensif untuk mempercepat pengembangan usaha.

“Program ini mencakup mentoring, pelatihan, fasilitasi legalitas usaha, akses teknologi, hingga pembiayaan. Prosesnya melalui tahapan pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi,” kata Doddy.

Ia menambahkan, keberagaman sektor yang digeluti para tenant menunjukkan potensi besar wirausaha industri dalam mendorong inovasi berbasis lokal sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.

Dari fesyen muslim hingga mesin berbasis IoT

Sejumlah tenant yang dibina mencerminkan ragam inovasi yang berkembang di sektor industri kecil dan menengah.

Salah satunya adalah Zeea, brand fesyen yang menghadirkan produk muslimah sportswear. Produk ini menjawab kebutuhan perempuan muslim akan pakaian olahraga yang nyaman sekaligus sesuai dengan prinsip berpakaian.

Sebagai tenant BDI Jakarta 2025, Zeea mendapatkan pendampingan peningkatan kualitas produk dan strategi pasar. Hasilnya, mereka meluncurkan seri “Bold Revival” melalui kolaborasi dengan figur publik Dara Arafah.

Di sektor teknologi, Zeta Teknik menghadirkan inovasi mesin pencuci helm otomatis bernama Cleanzer. Produk ini dilengkapi sistem pembersih otomatis, pembayaran digital, hingga konektivitas Internet of Things (IoT).

Inovasi tersebut menjadi contoh pengembangan teknologi lokal di sektor jasa berbasis otomasi yang semakin relevan dengan kebutuhan pasar perkotaan.

Sementara itu, di sektor pangan, Sago One yang dibina oleh BDI Makassar memproduksi tepung sagu sebagai alternatif pangan lokal bernilai gizi tinggi.

Produk ini tidak hanya memperkuat diversifikasi pangan, tetapi juga mengoptimalkan potensi sumber daya alam di Sulawesi Selatan sebagai daerah penghasil sagu.

Baca juga:
* Pemprov Lampung–Kemenperin Gaet Investasi Industri Agro, Kopi dan Singkong Jadi Andalan

Dorong industri dari level wirausaha

Program inkubator bisnis BDI menjadi bagian dari strategi Kemenperin dalam membangun industri nasional dari level paling dasar, yakni wirausaha baru.

Melalui pendekatan ini, pemerintah tidak hanya mendorong lahirnya pelaku usaha, tetapi juga memastikan mereka memiliki daya saing melalui peningkatan kapasitas, akses teknologi, dan pembiayaan.

“Keragaman dan kreativitas produk para tenant menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kapasitas SDM industri sekaligus menciptakan wirausaha yang inovatif dan kompetitif,” ujar Doddy.

Dengan penguatan ekosistem seperti ini, Kemenperin berharap wirausaha industri dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional di tengah persaingan global.

Bagaimana menurut Anda, apakah program inkubator seperti ini sudah cukup mendorong lahirnya wirausaha industri baru di Indonesia?

#BalaiDiklatIndustri #Kemenperin #EkonomiKreatif

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *