Menakar Harapan di Balik Daun Emas: Masa Depan Tembakau Lampung 2025

Menakar Harapan di Balik Daun Emas Masa Depan Tembakau Lampung 2025 2026
Kebun Tembakau di Lampung Timur. (Foto: Khomarul Zinan)

Di tengah fluktuasi komoditas perkebunan global, tembakau di Provinsi Lampung perlahan mulai menunjukkan tajinya sebagai “daun emas” yang menjanjikan.

Meski sempat mengalami pasang surut produksi, geliat petani di berbagai kabupaten menunjukkan bahwa komoditas ini bukan sekadar tanaman selingan tapi pilar ekonomi kerakyatan yang cukup potensial hingga akhir 2025.

Read More

Sebaran Produksi: Dari Lampung Timur hingga Tubaba

Berdasarkan data terkini, produksi tembakau di Lampung tersebar di beberapa kantong utama. Kabupaten Lampung Timur tetap jadi primadona dengan sentra di wilayah seperti Batanghari Nuban dan sekitarnya.

Di sini, jenis tembakau Virginia menjadi andalan karena kecocokan lahan dan permintaan industri yang lumayan stabil.

Tak kalah agresif, Kabupaten Lampung Selatan baru saja menyelesaikan siklus panen besar yang membuktikan konsistensi produktivitasnya.

Sementara itu, di Tulang Bawang Barat (Tubaba), ada fenomena menarik: warga mulai menyulap lahan-lahan tidur menjadi kebun tembakau produktif.

Selain Virginia, jenis tembakau lokal (rajangan) juga banyak dibudidayakan untuk memenuhi pasar tradisional dan industri skala menengah.

Analisis: Keunggulan Komparatif dan Pertumbuhan

Menakar Harapan di Balik Daun Emas Masa Depan Tembakau Lampung 2025 2026 - 2
(Foto: Khomarul Zinan)

Kalau merujuk pada Teori Keunggulan Komparatif dari David Ricardo, Lampung sebenarnya punya posisi strategis dibandingkan wilayah lain di Sumatera.

Iklim mikro dan struktur tanah di Lampung Timur dan Tubaba memberikan biaya peluang yang lebih rendah untuk menanam tembakau ketimbang komoditas pangan tertentu terutama saat musim kemarau.

Analisis hingga akhir 2025 menunjukkan tren yang stabil, bahkan cenderung naik.

Ini diperkuat dengan keputusan pemerintah pusat yang tidak menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) secara drastis pada 2025.

Kebijakan ini memberikan ruang napas bagi industri untuk menyerap hasil panen petani lokal secara maksimal.

Baca juga:
* 5 Provinsi Raja Tembakau Indonesia

Kehadiran Pemerintah: Apresiasi dan Kolaborasi

Menakar Harapan di Balik Daun Emas Masa Depan Tembakau Lampung 2025 2026 - 3
Proses penjemuran tembakau.
(Foto: Khomarul Zinan)

Patut diapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten terkait.

Kehadiran Pj. Gubernur Lampung dalam prosesi panen raya di Lampung Timur beberapa waktu lalu bukan cuma seremoni tapi sinyal dukungan politis yang kuat.

Pemerintah sudah menyalurkan perhatian lewat pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Dana ini dialokasikan untuk bantuan bibit unggul, sarana perajangan tembakau, sampai pelatihan pascapanen bagi petani.

Langkah ini krusial untuk memastikan kualitas tembakau Lampung mampu bersaing di pasar nasional.

Baca juga:
* Indonesia Produsen Tembakau Terbesar ke-4 Dunia: Ironi di Balik Peringkat Internasional

Potensi ke Depan

Potensi produksi tembakau Lampung ke depan terbuka lebar. Dengan adanya tren downtrading (peralihan konsumsi ke rokok yang lebih terjangkau), permintaan akan tembakau lokal kualitas menengah ke atas justru meningkat.

Kalau konsistensi kualitas terjaga, Lampung bisa jadi penyuplai utama bahan baku rokok nasional di luar Pulau Jawa.

Sebagai penutup, yang dibutuhkan adalah sinergi antara kerja keras petani dan kebijakan protektif pemerintah.

Kita berharap, hingga penghujung 2025, tembakau tidak hanya sekadar dipanen tapi benar-benar mampu mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai.

*Penulis : Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan

#TembakauVirginia #TembakauLampung #KebunTembakau

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *