Urgensi Bandara Internasional Radin Inten II

Urgensi Bandara Internasional Radin Inten II - Yopie Pangkey
Ruang tunggu keberangkatan Bandara Radin Inten II. (Foto: arsip Yopie Pangkey)

Kunjungan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ke Bandara Radin Inten II beberapa waktu lalu memang bukan agenda seremonial biasa.

Ada rapat koordinasi dengan Angkasa Pura, Imigrasi, Bea Cukai, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Read More

Ini bisa jadi pertanda serius: Pemprov Lampung benar-benar ingin mendorong bandara kebanggaan warga ini naik kelas jadi bandara internasional yang operasional penuh.

Sebenarnya, keinginan ini bukan baru kemarin sore. Tapi yang berbeda kali ini adalah momentumnya sinyal politik, kesiapan teknis, dan desakan kebutuhan ekonomi daerah sepertinya sedang bertemu di satu titik yang sama.

Lampung sedang bersiap melompat lebih jauh dalam hal konektivitas global.

Apa Saja yang Sudah Disiapkan?

Urgensi Bandara Internasional Radin Inten II
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ke Bandara Radin Inten II beberapa waktu lalu.
(Foto: Dok Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Kalau bicara soal persiapan menuju standar internasional, beberapa hal konkret sudah mulai dikerjakan.

Pertama, ada pembenahan fisik bandara. Terminal internasional diperbaiki, conveyor belt khusus bagasi internasional disediakan, ruang tunggu dan sistem keamanan juga ditingkatkan supaya memenuhi standar global. Ini bukan perkara sepele soalnya kalau mau operasional internasional, tidak bisa asal-asalan.

Kedua, soal sertifikasi. Pihak bandara dan pemerintah daerah rutin koordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan, hingga prosedur keimigrasian dan kepabeanan semuanya sesuai aturan internasional.

Ketiga, mulai ada penjajakan rute. Pemerintah daerah dan pengelola bandara sudah buka komunikasi dengan beberapa maskapai untuk kemungkinan rute internasional langsung, terutama ke Singapura, Malaysia, dan negara-negara Timur Tengah.

Jadi bukan cuma wacana. Ada langkah nyata yang sedang berjalan.

Kenapa Bandara Internasional Itu Penting?

Kalau kita lihat dari kacamata ekonomi, ada yang namanya Teori Kutub Pertumbuhan dari François Perroux.

Intinya sederhana: pertumbuhan ekonomi itu tidak merata, tapi tumbuh dari titik-titik strategis yang punya daya dorong besar.

Nah, bandara internasional ini bisa jadi salah satu “mesin” pertumbuhan ekonomi yang efeknya menyebar ke berbagai sektor.

Terus ada juga konsep multiplier effect. Dari berbagai studi, satu pekerjaan di sektor penerbangan internasional bisa melahirkan 4 sampai 6 pekerjaan baru di sektor lain misalnya UMKM, transportasi lokal, hotel, logistik, sampai jasa pariwisata.

Bayangkan kalau bandara ini operasional penuh, berapa banyak lapangan kerja yang bisa tercipta?

Belum lagi soal efisiensi logistik. Produk unggulan Lampung seperti kopi, lada, atau hasil laut bisa lebih cepat sampai ke pasar luar negeri dengan biaya lebih murah. Artinya, daya saing kita meningkat.

Keuntungan Langsung bagi Lampung

Ada tiga hal besar yang bakal langsung dirasakan kalau Radin Inten II jadi bandara internasional.

  1. Pariwisata bisa meledak

Lampung punya destinasi yang sebenarnya luar biasanPantai Tanjung Setia di Krui, Taman Nasional Way Kambas, dan masih banyak lagi.

Tapi masalahnya, wisatawan asing harus transit dulu di Jakarta atau tempat lain. Itu bikin ribet dan mahal.

Kalau ada penerbangan langsung, wisatawan bisa datang lebih mudah, lebih lama tinggal, dan pastinya lebih banyak belanja.

Dalam dua tahun pertama saja, kunjungan wisman bisa naik hingga 30 persen lumayan kan?

  1. Ekspor produk segar jadi lebih gampang

Lampung kan lumbung pangan. Sayur, buah, ikan semua ada. Tapi kalau mau ekspor produk segar, butuh logistik cepat.

Dengan penerbangan kargo internasional, kita bisa langsung kirim ke Singapura atau Malaysia tanpa harus lewat Jakarta dulu. Produk tetap segar, harga jual lebih bagus.

  1. Umroh langsung dari Lampung

Setiap tahun, ribuan warga Lampung berangkat Umroh. Tapi karena belum ada penerbangan langsung, mereka harus transit di Jakarta itu berarti tambahan biaya akomodasi, makan, transportasi, belum lagi capek di jalan.

Kalau bandara ini sudah internasional, biaya bisa turun 15–20 persen. Bukan cuma soal uang, tapi juga kenyamanan jamaah.

    Apresiasi untuk yang Bekerja di Balik Layar

    Tentu saja, semua ini bukan hasil kerja satu orang.

    Apresiasi pantas diberikan kepada Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang punya komitmen politik kuat.

    Juga kepada manajemen Bandara Radin Inten II, Kementerian Perhubungan, dan seluruh pihak yang kerja keras di belakang layar.

    Mereka sadar bahwa masa depan Lampung ditentukan oleh keberanian membuka diri ke dunia.

    Baca juga:
    * Bandara Radin Inten II Lampung Menuju Internasional

    Penutup

    Menjadikan Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional bukan soal gengsi.

    Ini kebutuhan strategis supaya Lampung tidak terisolasi, bisa tumbuh lebih cepat, dan punya tempat penting di peta ekonomi regional bahkan global.

    Lampung tidak sedang bermimpi muluk-muluk. Ia hanya sedang menjemput dunia yang datang ke gerbangnya sendiri: Sang Bumi Ruwa Jurai.

    *Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan

    #BandaraRadinIntenII #GubernurMirza #BandaraInternasional #LampungMaju

    ---

    Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

    Related posts

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *