Suhu Panas Lampung 38,2°C Tertinggi di Indonesia 12-13 Oktober 2026

Suhu Panas Lampung 38 2 C Tertinggi di Indonesia 12-13 Oktober 2026 Elnino Indian Ocean Dipole
(Sumber: infopublik.id)

Suhu panas Lampung mencapai 38,2 derajat Celsius pada 12 dan 13 Oktober 2026, tertinggi di Indonesia pada periode tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi panas dan kering akibat El Nino berintensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang masih berlangsung pada Oktober 2026.

BMKG dalam keterangan di Jakarta, Jumat (16/10/2026), menyebutkan kedua fenomena iklim tersebut berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan dan meningkatkan kondisi kering di sejumlah wilayah.

Read More

Suhu Panas Lampung Tembus 38,2°C

Suhu udara maksimum di atas 37 derajat Celsius tercatat pada 12 dan 13 Oktober 2026. Setelah Lampung dengan 38,2 derajat Celsius, suhu tertinggi berikutnya terjadi di Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing 37,8 derajat Celsius, serta Kalimantan Selatan dan Papua Selatan masing-masing 37,4 derajat Celsius.

Kondisi panas tersebut dipengaruhi posisi semu matahari di selatan ekuator dan minimnya tutupan awan. Akibatnya, radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.

Kemarau Masih Mencakup 76 Persen Zona Musim

BMKG mencatat sekitar 76 persen zona musim di Indonesia masih mengalami musim kemarau, sedangkan 8 persen lainnya telah memasuki musim hujan.

Kondisi itu berpotensi memperpanjang kekeringan meteorologis, yakni kekeringan akibat minimnya hujan, terutama di Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.

Berdasarkan pantauan citra satelit, terdeteksi 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, sebagian besar di Sumatra dan Kalimantan.

Pengamatan juga menunjukkan sebaran asap di sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama di daerah yang mengalami defisit hujan dan memiliki vegetasi kering, karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Hujan Lebat Tetap Terjadi di Sejumlah Daerah

Di tengah kondisi kering tersebut, hujan lebat hingga ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah.

Pada 13 hingga 15 Oktober 2026, BMKG mencatat curah hujan harian mencapai 187 mm di Aceh, 95 mm di Sumatra Utara, 69 mm di Sumatra Barat, dan 63 mm di Papua Barat Daya.

BMKG menyebut hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi akibat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Dinamika itu mencakup aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuatorial, dan gelombang Kelvin.

Faktor lainnya meliputi pertemuan dan perlambatan kecepatan angin serta suhu muka laut yang hangat di sejumlah wilayah.

Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Lampung

Untuk 16 hingga 18 Oktober 2026, cuaca di Indonesia diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Papua Barat Daya, dan Papua. Potensi angin kencang perlu diwaspadai di Lampung, Banten, dan Jawa Barat.

Pada 19 hingga 22 Oktober 2026, cuaca diprakirakan masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Hujan lebat hingga sangat lebat perlu diantisipasi di Aceh dan Sumatra Barat, sedangkan angin kencang berpotensi terjadi di Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Papua Selatan.

Imbauan BMKG: Hemat Air dan Jangan Bakar Lahan

BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menjaga kesehatan, menghemat penggunaan air, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah.

Masyarakat juga diminta terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi Info BMKG, laman bmkg.go.id, serta media sosial @infobmkg.

Kewaspadaan tetap diperlukan karena kondisi kering di sebagian wilayah tidak meniadakan potensi hujan lebat, angin kencang, maupun cuaca ekstrem di wilayah lainnya.

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *