Jamaluddin Gagas “Rumah Koran”, Tingkatkan Literasi di Desa Kanreapia

KOMPAS.id - SAIFUL RIJAL YUNUS Jamaluddin Daeng Abu inisiasi rumah koran tingkatkan literasi desa Kanreapia Tombolo Pao Gowa Sulawesi Selatan.
Jamaluddin Daeng Abu yang menginisiasi "Rumah Koran" untuk meningkatkan literasi di Desa Kanreapia Tombolo Pao Gowa Sulawesi Selatan. (Sumber Foto: Kompas.id/Saiful Rijal Yunus)

Sebuah harapan muncul dari seorang penggagas muda untuk memajukan daerahnya terutama dalam bidang pendidikan dan perekonomian. Jamaluddin Daeng Abu, seorang putra daerah Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menggagas Rumah Koran untuk meningkatkan literasi di desanya.

Jamaluddin merupakan alumni S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Bosowa Makassar dan alumni Magister Manajemen SDM Universitas Muslim Indonesia.

Jamaluddin memiliki mimpi yang sangat mulia. Ia ingin mengubah fungsi sepetak lahan kandang bebek menjadi sebuah tempat baca. Tujuannya ingin mencerdaskan masyarakat sekitarnya.

Dia memberanikan diri meminta restu kepada orang tuanya untuk mewujudkan impiannya tersebut.

Cerita penuh inspirasi dimulai tahun 2016. Jamaluddin mendirikan sebuah bangunan dari kayu berukuran sekitar 4,5 meter dan dibuat tanpa sekat.

Gebrakan Perubahan dari Pemuda Desa

@rumah.koran Jamaluddin Daeng Abu inisiasi rumah koran tingkatkan literasi desa Kanreapia Tombolo Pao Gowa Sulawesi Selatan.
Anak-anak petani di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao. (sumber foto: IG @rumah.koran)

Dengan bermodal panggilan hati dan kepedulian pada kampung halamannya, Jamaluddin mengeksekusi gagasannya hingga terlaksana. Dia memiliki alasan yang sangat kuat. Membutuhkan upaya masif untuk meningkatkan literasi masyarakat di kampungnya.

Sasaran utamanya adalah anak-anak petani, petani muda, dan petani tua. Petani, menurut jamaluddin, adalah salah satu pejuang bangsa yang perlu diperhatikan dari segala aspek, terutama aspek pendidikan dan kesejahteraan.

Hal yang ia lakukan ini bukanlah hal yang mudah, sebab masyarakat di desanya masih memiliki 252 orang buta huruf dari total 4.733 penduduk. Ia sangat memahami urgensi untuk benar-benar melepaskan masyarakat di desanya dari jeratan buta huruf dan minimnya literasi.

Berbagai cibiran dan cemooh, tidak digubrisnya. Karena ia memiliki keyakinan, masyarakat akan mudah mendapatkan banyak wawasan jika melek literasi.

Dengan literasi juga akan lebih mudah dan lancar dalam memahami banyak hal. Seperti pemanfaatan teknologi digital, kesehatan, lingkungan, bisnis, dan segala bentuk pengetahuan literasi lainnya.

Menjadikan Koran sebagai Media untuk Memperluas Wawasan

Menanamkan budaya membaca diawali dengan membiasakan masyarakat di desanya untuk melihat banyak tulisan sehingga ia mulai menempelkan koran-koran di dinding tempat yang sebelumnya merupakan kandang bebek tersebut, kemudian ia beri nama sebagai Rumah Koran.

Dari mana Jamaluddin mendapatkan ide Rumah Koran?

Jamaluddin mengungkapkan bahwa ide menempelkan koran tersebut ia dapatkan setiap kali datang ke kantor kecamatan. Dia melihat banyak koran yang dianggurkan begitu saja setelah selesai dibaca. Sehingga membuatnya tergugah untuk menjadikan koran-koran tersebut sebagai media agar masyarakat mulai memiliki minat membaca.

Koran-koran tersebut ia perbaharui secara berkala agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang aktual. Rumah Koran yang ia gagas masih menjadi pusat literasi para petani hingga saat ini. Dan masih menjadi sumber informasi, pengetahuan, dan bisnis, bagi masyarakat di Kanreapia.

Program dari Hati yang Bernilai untuk Negeri

Rumah Koran tidak hanya menjadi tempat untuk membaca, namun juga memiliki program-program yang sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat baik orang tua hingga anak-anak.

Jamaluddin menjalankan beberapa program di Rumah Korannya. Antara lain; penyediaan bahan bacaan di Rumah Koran, penukaran koran dengan sayur segar, sedekah sayuran kepada anak yatim piatu, program mengaji bagi anak-anak, menyelenggarakan program belajar untuk anak-anak dan orang tua. Hingga membuat embung pertanian dan penerapan pertanian organik.

Kalau membuka akun Instagram @rumah.koran, Anda akan melihat program-program tersebut berjalan lancar dan terorganisir dengan sangat baik.

Program yang dilaksanakan mampu memberikan perubahan yang sangat bernilai bagi masyarakat sekitarnya. Mulai dari kemajuan dapat membaca tulis, mengantarkan mereka lanjut sekolah, hingga menjadi petani organik.

Apresiasi Tak Terbatas untuk Sang Penggagas

Upaya tersebut berbuah manis. Jamaluddin sebagai penggagas Rumah Koran menjadi salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia Awards (Astra) tahun 2017. Penghargaan SATU Indonesia Awards ini diraihnya atas dedikasinya untuk masyarakat Kanreapia. Khususnya untuk para petani dan anak petani di daerah tersebut.

Perjuangan Jamaluddin sejatinya sangat mencerminkan semangat anak muda Indonesia yang peduli dengan kemajuan bangsa. Tak hanya sampai di situ, program-program yang dijalankan di Rumah Koran selaras dengan amanat konstitusi.

Anda bisa menyimpulkan bahwa Rumah Koran sejalan dengan salah satu tujuan negara yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar NRI Tahun 1945 alinea empat. Yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Program Rumah Koran yang digagas Jamaluddin turut berperan serta dalam membantu kemajuan negara untuk memastikan masyarakat di sekitarnya memperoleh pendidikan dan mengejar ketertinggalan wawasan serta pengetahuan.

Program-program yang diusung generasi muda seperti Jamaluddin ini merupakan angin segar untuk kemajuan bangsa ini.

Kesimpulan

Rumah Koran adalah sebuah inisiatif yang sangat inspiratif dari seorang pemuda Indonesia. Jamaluddin Daeng Abu telah menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam memajukan bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.

Program-program yang dijalankan oleh Rumah Koran telah memberikan perubahan yang sangat berarti bagi masyarakat di sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa literasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga:
* Riana Sari Arinal: Remaja Makin Keren Tanpa Rokok

Kisah Jamaluddin Daeng Abu menunjukkan bahwa pemuda Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi agen perubahan. Melalui Rumah Koran, ia telah membuktikan bahwa literasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kisah Jamaluddin Daeng Abu juga menunjukkan bahwa pemuda Indonesia tidak perlu menunggu sampai mereka memiliki banyak sumber daya untuk dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan tekad dan semangat yang kuat, pemuda Indonesia dapat mewujudkan mimpinya untuk memajukan bangsa.

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *