Kemnaker-kemenhut Luncurkan Pelatihan Agroforestri di Pringsewu, Dorong Green Jobs dan Kelestarian Hutan

Kemnaker-kemenhut Luncurkan Pelatihan agroforestri di Pringsewu dorong green jobs dan kelestarian hutan
Wakil Bupati Umi Laila bersama Perwakilan Kemenakertrans, Adi Nugraha, serta Ketua KPH Budi Satria. (Foto: Pemkab Pringsewu)

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi meluncurkan Program Pelatihan Agroforestri melalui video conference, Selasa (9/9/2025) lalu.

Peluncuran program pelatihan di Pringsewu dipusatkan di Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pringsewu, Hj. Umi Laila, S.Ag.

Read More

96 petani hutan dari 6 Kelompok Tani Hutan (KTH) di Pringsewu mengikuti pelatihan yang fokus membahas kakao agroforestry ini.

Program ini merupakan kolaborasi Kemnaker, Kemenhut, dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Fokusnya bukan hanya pada peningkatan kapasitas masyarakat dan kelestarian hutan, tetapi juga mendorong terbentuknya lapangan kerja hijau (green jobs) dan membuka peluang pariwisata berbasis alam serta edukasi lingkungan.

Wakil Bupati Umi Laila menilai agroforestri di Pringsewu berpotensi berkembang menjadi wisata edukasi yang mengintegrasikan pertanian, kehutanan, dan rekreasi. Menurutnya, hutan tidak hanya menjadi sumber ekonomi, melainkan juga ruang belajar dan destinasi wisata.

Pelatihan diikuti kelompok tani hutan dan masyarakat sekitar dengan materi tumpangsari produktif, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, hingga strategi pengembangan desa wisata agroforestri.

Perwakilan Kemenakertrans, Adi Nugraha, serta Ketua KPH Budi Satria menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjadikan agroforestri sebagai solusi strategis yang memadukan ekologi, usaha produktif, dan wisata lokal.

Investasi Jangka Panjang

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pelatihan agroforestri adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kehutanan Indonesia yang produktif, lestari, dan inklusif.

Ia menilai program ini mampu menjawab dua tantangan sekaligus: menjaga hutan tetap lestari serta menyediakan lapangan kerja berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Menurut Raja Juli, sistem agroforestri menyentuh tiga dimensi sekaligus—ekonomi, sosial, dan ekologi.

Selain memberi manfaat jangka pendek melalui panen pertanian, sistem ini juga menjaga tutupan pohon yang berfungsi melestarikan tanah, melindungi air, meningkatkan keanekaragaman hayati, sekaligus berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan hutan sebagai cadangan pangan, energi, dan air, Raja Juli menyebut agroforestri sebagai strategi konkret yang menyatukan konservasi dan kesejahteraan rakyat.

Sinergi Ketenagakerjaan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menambahkan, kompetensi tenaga kerja kehutanan perlu terus ditingkatkan agar mampu berdaya saing di era pembangunan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pelatihan keterampilan dan pengelolaan sumber daya alam akan menghadirkan dampak ganda: menggerakkan ekonomi sekaligus melestarikan lingkungan.

Mayoritas peserta pelatihan adalah pemuda desa yang selama ini hidup berdampingan dengan hutan.

Dengan program ini, mereka dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan dalam mengubah cara pandang: hutan bukan sekadar sumber kayu, melainkan ruang hidup yang memberi peluang kerja berkelanjutan.

Lampung Sebagai Percontohan

Selain di Pringsewu, pelatihan agroforestri juga berlangsung di Kabupaten Pesawaran yang telah lama dikenal sebagai daerah praktik agroforestri.

Kehadiran program ini semakin memperkuat Lampung sebagai laboratorium lapangan sekaligus daerah percontohan agroforestri nasional.

Dengan adanya pelatihan ini, Pringsewu dan Pesawaran diharapkan menjadi model pengembangan agroforestri di Provinsi Lampung.

Tujuannya jelas: mengintegrasikan ekologi, ekonomi, dan pariwisata berkelanjutan, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi baru tenaga kerja hijau yang mampu menjaga hutan sembari menggerakkan perekonomian desa.

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *