Di tengah desakan transformasi ekonomi global, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menetapkan satu target tegas: mengubah haluan dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan manufaktur yang diperhitungkan dunia.
Dan di barisan terdepan misi besar ini, nama Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mulai mencuri perhatian bukan karena retorika, tapi karena kecakapannya menerjemahkan visi presiden menjadi langkah-langkah nyata yang terukur.
Manufaktur Sebagai Jantung Ekonomi Baru
Target pertumbuhan sektor manufaktur 5,51% di tahun 2026 bukan cuma soal angka statistik. Ini adalah bukti keseriusan pemerintah membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh.
Faisol Riza tampak paham betul: hilirisasi bukan sekadar jargon, tapi keharusan.
Kekayaan alam Indonesia dari nikel hingga kelapa sawit harus diolah di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan menghasilkan produk bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar global.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pertumbuhan ekonomi modern yang menekankan investasi pada SDM, inovasi, dan teknologi.
Program Making Indonesia 4.0 yang digenjot Faisol bukan sekadar agenda digital, tapi upaya sistematis mempersiapkan tenaga kerja dan infrastruktur industri agar mampu bertahan dalam kompetisi jangka panjang.
Hijau, Tangguh, dan Protektif
Yang menarik dari gaya kerja Faisol adalah keberaniannya mempercepat agenda lingkungan.
Target Net Zero Emission sektor manufaktur yang dimajukan ke tahun 2050 menunjukkan bahwa Indonesia tidak mau ketinggalan dalam tren industri hijau global.
Ini bukan hanya soal citra, tapi strategi konkret agar produk Indonesia tetap diterima di pasar Eropa dan negara maju lainnya yang kini menerapkan standar ketat soal jejak karbon.
Di sisi lain, Faisol juga tidak main-main soal perlindungan industri dalam negeri. Optimalisasi TKDN dan pengetatan terhadap produk impor ilegal adalah sinyal jelas: pemerintah berpihak pada produsen lokal.
Di era ketidakpastian geopolitik seperti sekarang, kebijakan protektif semacam ini bukan proteksionisme buta, tapi kehati-hatian strategis yang perlu diapresiasi.
Loyalitas dan Kompetensi dalam Satu Paket
Faisol Riza bukan tipe pejabat yang hanya pandai berpidato. Rekam jejaknya dalam diplomasi industri mulai dari kolaborasi dengan UNIDO hingga kemitraan teknologi di Eropa membuktikan kapasitasnya di level internasional.
Tapi yang lebih menarik, dia juga turun ke lapangan membina IKM di berbagai daerah, memastikan bahwa kebijakan besar tidak berhenti di Jakarta.
Baca juga:
* Peran Kunci Faisol Riza: Mendorong Industri Nasional Dukung Program Prioritas Prabowo
Kombinasi antara kesetiaan pada arahan presiden dan kemampuan teknokratis yang solid menjadikan sosok seperti Faisol aset berharga dalam kabinet.
Sektor industri butuh figur yang tidak hanya visioner, tapi juga eksekutif dan tampaknya, Faisol Riza adalah jawaban atas kebutuhan itu.
Indonesia sedang bergerak menuju era baru: lebih hijau, lebih digital, lebih mandiri.
Dan di balik semua itu, ada tangan-tangan dingin yang bekerja tanpa banyak sorotan, memastikan setiap roda tetap berputar. Faisol Riza adalah salah satunya.
*Penulis : Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan
#HilirisasiIndonesia #IndustriHijau #EkonomiNasional #FaisolRiza



