Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 37 Tahun 2025 yang menetapkan kembali Bandara Radin Inten II sebagai bandara internasional memantik pertanyaan besar: apakah infrastruktur dan layanan di sana sudah siap?
Bukan cuma soal label, tapi bagaimana bandara ini bisa benar-benar melayani rute internasional dan bahkan menjadi embarkasi haji yang mumpuni.
Kapasitas Infrastruktur: Sudah Cukup?
Dari sisi fisik, Radin Inten II punya modal kuat. Landasan pacu sepanjang 3.000 meter sudah terbangun, terminal baru hampir tiga kali lebih luas dari sebelumnya, dan apron mampu menampung banyak pesawat sekaligus.
Setelah perluasan beberapa tahun terakhir, kapasitas penumpang mencapai jutaan orang per tahun.
Tapi infrastruktur saja tidak cukup. Yang jadi pertanyaan sekarang: apakah semua sistem pendukung operasional sudah siap?
Customs, Immigration, dan Quarantine (CIQ) yang wajib ada di bandara internasional masih dalam proses pemenuhan.
Ini bukan hal sepele karena tanpa CIQ yang lengkap, status internasional hanya di atas kertas.
Belum lagi soal pesawat besar untuk haji dan umroh. Boeing 747 atau Airbus A330 yang biasa terbang jarak jauh butuh landasan dan apron dengan spesifikasi khusus.
Meski runway sudah diperluas, beberapa analisis teknis menyebut masih perlu penyesuaian agar benar-benar aman untuk operasi embarkasi haji dalam skala penuh.
Terminal: Siap untuk Jemaah Internasional?
Desain terminal saat ini lebih condong ke hub domestik. Area imigrasi, bea cukai, dan layanan visa on arrival belum sepenuhnya tertata untuk arus penumpang internasional yang padat.
Apalagi kalau bicara jemaah haji atau umroh yang jumlahnya bisa ratusan orang dalam satu keberangkatan.
Fasilitas khusus seperti ruang tunggu berkapasitas besar, area ibadah yang memadai, dan sistem handling bagasi untuk logistik haji/umroh juga perlu disiapkan dengan matang.
Tanpa ini semua, status internasional hanya akan jadi formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat Lampung.
Embarkasi Haji: Realistis atau Optimis Berlebihan?
Lampung punya populasi jutaan jiwa dengan daftar tunggu haji yang panjang. Secara logis, punya embarkasi haji sendiri sangat masuk akal.
Pernah ada rencana memperpanjang runway hingga 3.500 meter khusus untuk keperluan ini.
Pertanyaannya bukan “apakah perlu?” tapi “apakah siap?” Kemenhaj dan Kemenhub punya standar ketat untuk embarkasi haji.
Mulai dari kapasitas handling pesawat jumbo, fasilitas untuk ribuan jemaah, sampai koordinasi jadwal kloter nasional. Semua itu butuh komitmen serius, bukan sekadar wacana.
Peran Krusial Gubernur Lampung
Di sinilah Gubernur Rahmat Mirzani Djausal punya peran strategis. Bukan hanya sebagai jembatan antara pemerintah provinsi dan pusat, tapi juga sebagai pendorong utama agar semua persyaratan teknis dan operasional terpenuhi.
Advokasi ke Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara harus intensif.
Begitu juga koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umroh, khususnya Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Tanpa kolaborasi lintas kementerian ini, Radin Inten II akan kesulitan naik kelas secara substansial.
Yang perlu dikawal bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga pembiayaan, standardisasi operasional, skema layanan jemaah, hingga sinkronisasi jadwal dengan sistem haji nasional.
Ini pekerjaan besar yang butuh political will dan kerja sama semua pihak.
Baca juga:
* Bahasa Lampung di Bandara Radin Inten II: Lebih dari Sekadar Pengumuman Rutin
Kesimpulan: Mungkin, Tapi Butuh Kerja Keras
Bisakah Bandara Radin Inten II jadi bandara internasional yang berdaya saing? Bisa, kalau semua komponen teknis dan layanan benar-benar dipenuhi.
Bisakah jadi embarkasi haji? Sangat mungkin, asalkan ada komitmen nyata dari semua stakeholder.
Kuncinya bukan pada keputusan menteri semata.
Yang lebih penting adalah implementasi di lapangan: dari regulator, operator bandara, hingga pemimpin daerah yang mampu menerjemahkan visi besar Lampung ke dalam kebijakan dan aksi konkret.
Status internasional sudah di tangan. Sekarang saatnya membuktikan bahwa Lampung siap melayani dunia.
*Penulis: Mahendra Utama – Pemerhati Pembangunan
#BandaraRadinIntenII #LampungInternasional #EmbarkasiHaji #PembangunanInfrastruktur



