Di tengah hiruk-pikuk politik Lampung yang kini dipimpin Rahmat Mirzani Djausal atau lebih dikenal sebagai Iyai Mirza ada sosok yang mungkin luput dari sorotan. Namanya Purnama Wulan Sari. Orang-orang memanggilnya Batin Wulan.
Perempuan kelahiran Bandar Lampung, 5 Oktober 1979 ini, bukan sekadar pelengkap di sampingnya. Kalau kita telusuri jejak langkahnya, Wulan punya cerita sendiri, campuran antara aktivis yang tangguh dan ibu rumah tangga yang hangat.
Memimpin Tanpa Gegap Gempita

(Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)
Wulan bukan tipe pemimpin yang suka berteriak. Gayanya sederhana: kerja nyata, tutur kata rendah hati. Saat dilantik sebagai Ibunda Guru Provinsi Lampung, dia tidak membacakan teks protokoler yang kaku.
Yang keluar justru pesan yang menyentuh: “Marilah kita buktikan bahwa Ibunda Guru merupakan rumah besar bagi para pendidik perempuan yang tangguh, inspiratif, dan penuh kasih sayang.”
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memuji dedikasinya. “Ini tanggung jawab moral yang besar, dan saya yakin Batin Wulan mampu menghadirkan terobosan yang sesuai dengan karakter sosial masyarakat kita,” kata Jihan saat pelantikan pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Lampung.
Sebagai Ketua YJI Lampung periode 2025-2030, Wulan langsung bergerak cepat. Programnya tidak melulu soal penyakit jantung orang dewasa.
Dia menyasar remaja dengan kampanye ‘Keren Tanpa Rokok’ dan bahaya vape. Baginya, membangun Lampung itu bukan cuma urusan aspal dan gedung-gedung megah. Yang penting adalah generasi mudanya sehat, fisik dan mental.
Rumah Tetap Nomor Satu
Yang menarik, di balik kesibukan memimpin PKK dan berbagai organisasi, Wulan tetap tegas soal prioritas.
“Apapun itu, kalau keluar rumah harus sudah aman dulu urusan anak-anak, rumah, dan Iyai,” katanya suatu kali.
Buat Muhammad Raffi, Muhammad Rasya, dan Muhammad Rifat ketiga putranya ibunya adalah sekolah pertama mereka.
Kepekaan Wulan terhadap peran perempuan terlihat jelas saat peringatan Hari Ibu di Masjid Al Bakrie. Dia bicara tentang kesehatan mental para ibu, sesuatu yang jarang disentuh.
“Ibu yang sehat jiwanya akan mampu menanamkan nilai-nilai positif bagi anak-anaknya,” ujarnya.
Dia paham betul, di balik penampilan kuat seorang perempuan, ada kerentanan yang perlu dijaga.
Cinta dari Bangku SMA
Kisah cintanya dengan Iyai Mirza cukup manis. Mereka teman sekolah di SMAN 2 Bandar Lampung, lalu menikah tahun 2005.
Dari masa Iyai Mirza masih berkutat di dunia usaha sampai kini menjadi Gubernur Lampung, Wulan selalu ada di sampingnya. Bukan karena terpaksa, tapi karena komitmen.
Wulan bukan tipe orang yang haus sorotan. Tapi kalau ada amanah yang datang, dia jalankan dengan sungguh-sungguh. Baginya, jadi istri gubernur bukan soal berkuasa, tapi soal mengabdi.
Panggil aku Batin Wulan. Sebuah nama yang terasa dekat, meski diemban dengan penuh tanggung jawab.
*Penulis : Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan
#WulanPurnamaSari
#BatinWulan
#LampungMaju
#InspiratorPerempuan



