Sanggar Gardancestory menggelar pertunjukan bertajuk “The Beginning of Bloom” di Taman Budaya Lampung, Jalan Cut Nyak Dien, Bandar Lampung, Sabtu (6/6/2026). Pergelaran ini menampilkan tujuh repertoar tari hasil proses latihan tiga bulan, dengan sebagian besar penampilnya tampil perdana di hadapan publik.
Peserta yang terlibat berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. 50 peserta menjalani 12 kali pertemuan latihan sebelum akhirnya naik ke panggung.
Debut Panggung Jadi Inti Pertunjukan
Bagi sebagian besar peserta, Sabtu itu adalah kali pertama mereka berdiri di atas panggung di depan penonton. Salah satunya Zahratusyita Humaira Najka, yang mengaku gugup sebelum pertunjukan dimulai.
“Awalnya deg-degan banget, takut salah gerakan atau lupa koreografi. Tapi begitu musiknya mulai dan lihat penonton, rasa takutnya langsung hilang,” katanya.
“Waktu semua orang tepuk tangan di akhir, rasanya seru, terharu, dan happy banget,” ujarnya.
Bagi Azza, sapaan akrabnya, pengalaman itu lebih dari sekadar pentas. Tampil di depan publik, katanya, menjadi cara nyata untuk melatih kepercayaan diri dan menghindari demam panggung.
Proses Tiga Bulan, Tujuh Repertoar
Ketua Sanggar Gardancestory, Diantori Haidar Halim, menyebut pertunjukan ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang sanggar dalam menjaga regenerasi seni tari di Lampung.
“Kami menyediakan wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta mengenal dan mencintai budaya daerah sejak usia dini,” kata Diantori.
Proses latihan didampingi tiga pelatih: Maretha Suri Handayani, S.Pd., Yeni Tsuroya, S.Pd., dan Fahmi Ernanda, S.Pd. Dengan pendampingan intensif selama tiga bulan, para peserta membawakan tujuh repertoar tari di depan penonton.
Karakter, Bukan Sekadar Teknik
Wakil Ketua Sanggar Gardancestory, Heni Purnama Sari, S.Sn., menegaskan bahwa proses belajar seni di sanggar ini tidak berhenti pada kemampuan teknik tari.
“Proses pembelajaran juga berfokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian untuk tampil di ruang publik,” kata Heni.
Melalui “The Beginning of Bloom“, Sanggar Gardancestory berharap terus melahirkan generasi muda yang tidak ragu berkarya dan ikut menjaga keberlangsungan seni budaya Lampung.



