Festival Krakatau 2026 Masuk 110 Event Terbaik Nasional, Pemprov Lampung Buka Kolaborasi

Festival Krakatau 2026 Masuk 110 Event Terbaik Nasional Pemprov Lampung Buka Kolaborasi - Yopie Pangkey 1
(Foto Festival Krakatau beberapa tahun lalu. (Foto: Yopie Pangkey)

Festival Krakatau 2026 dijadwalkan digelar pada 25 Agustus 2026 di Lapangan Saburai Enggal. Memasuki penyelenggaraan ke-35, festival ini kembali lolos kurasi Karisma Event Nusantara (KEN), program Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang memilih 110 event terbaik se-Indonesia.

Pemerintah Provinsi Lampung merespons pencapaian itu dengan membuka ruang kolaborasi lebih luas kepada dunia usaha, BUMN, BUMD, perbankan, komunitas, dan media untuk menyukseskan penyelenggaraan tahun ini.

Read More

KEN Jadi Bukti Konsistensi, Bukan Sekadar Formalitas

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyebut masuknya Festival Krakatau ke KEN 2026 sebagai hasil konsistensi penyelenggaraan selama 35 tahun terakhir, bukan pencapaian sesaat.

Festival ini sudah menjadi bagian dari promosi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah, dan posisinya di KEN memperkuat status itu di level nasional.

“Festival Krakatau bukan sekadar agenda tahunan, tetapi telah menjadi salah satu etalase Provinsi Lampung. Karena itu, penyelenggaraannya harus terus ditingkatkan agar semakin berkualitas, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian daerah,” ujar Marindo.

APBD Terbatas, Pemprov Buka Skema Sponsorship

Marindo menegaskan dukungan APBD tetap ada untuk Festival Krakatau 2026, namun kebutuhan penyelenggaraan yang makin besar membuat anggaran daerah saja tidak cukup.

Karena itu Pemprov Lampung mendorong pola kerja sama dengan pihak swasta melalui skema yang transparan dan saling menguntungkan, sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Secara teknis, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung bersama mitra pelaksana, Tim Riang-Riang Gembira Creative, membuka peluang sponsorship kepada perbankan, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta menjelang pelaksanaan di Lapangan Saburai Enggal.

Kepala Disparekraf Lampung, Toni Ferdinansyah, menjelaskan bahwa mitra yang terlibat akan mendapat manfaat berupa eksposur merek, penguatan citra perusahaan, dan aktivasi promosi langsung di salah satu agenda pariwisata nasional.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang sehat dan profesional. Festival Krakatau memiliki daya tarik dan jangkauan publik yang luas, sehingga dapat menjadi ruang promosi sekaligus bentuk partisipasi dunia usaha dalam mendukung kemajuan pariwisata Lampung,” jelas Toni.

Standar Nasional Menuntut Perbaikan di Semua Lini

Toni menambahkan, status KEN membawa tanggung jawab teknis yang lebih berat. Persiapan Festival Krakatau 2026 diarahkan pada perbaikan substansi acara, pelayanan pengunjung, promosi, keamanan, dan kenyamanan, sekaligus memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di sekitar Lapangan Saburai Enggal.

“Masuknya Festival Krakatau dalam Karisma Event Nusantara 2026 menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Kami harus memastikan kualitas penyelenggaraannya terus meningkat dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujar Toni.

UMKM dan Ekonomi Kreatif Jadi Sasaran Dampak

Marindo menyebut kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan UMKM, dan pengembangan ekonomi kreatif di Lampung, di samping pelestarian budaya dan penguatan citra Lampung sebagai destinasi unggulan.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan media untuk terlibat menjadikan Festival Krakatau 2026, yang akan berlangsung 25 Agustus 2026 di Lapangan Saburai Enggal, sebagai momentum memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, dan potensi pariwisata Lampung ke tingkat nasional dan internasional.

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *