Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) bersama jajaran Kodam XXI/Radin Inten, Pemerintah Provinsi Lampung, dan unsur Forkopimda meluncurkan Gerakan Radin Inten ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Pantai Pasir Putih, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (10/7/2026).
Gerakan yang dipimpin langsung Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi ini diawali aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan puluhan prajurit, komunitas, dan masyarakat setempat.
Bagi Korem 043/Gatam, kegiatan ini bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk membangun kesadaran kolektif agar menjaga kebersihan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Pesisir Dipilih karena Jadi Muara Aliran Sungai

Pemilihan Pantai Pasir Putih sebagai lokasi peluncuran gerakan memiliki alasan spesifik. Pantai ini menjadi titik bermuaranya aliran sungai dari berbagai wilayah, sehingga berbagai jenis sampah pada akhirnya berakhir di kawasan pesisir.
Dengan kata lain, kondisi pantai mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan secara keseluruhan, mulai dari hulu hingga hilir.
Danrem: Soal Sampah Tak Bisa Diselesaikan Lewat Seremoni
Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki mengatakan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya melalui kegiatan seremonial atau mengandalkan pemerintah semata.
Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar budaya menjaga kebersihan benar-benar tumbuh.
“Kami ingin membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak membuang h sembarangan. Selain menjaga kebersihan, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan ekosistem pesisir, menciptakan lingkungan yang asri, serta mendukung sektor pariwisata daerah,” ujarnya.
Menurut Danrem, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pengabdian TNI Angkatan Darat kepada masyarakat, sekaligus jawaban atas persoalan sampah yang ia sebut sebagai persoalan global yang membutuhkan kepedulian semua pihak, bukan hanya satu institusi.
Pangdam Tegaskan Gerakan Harus Berkelanjutan
Pandangan Danrem sejalan dengan penegasan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, yang menilai Gerakan Radin Inten ASRI harus menjadi gerakan jangka panjang, bukan sekadar kegiatan simbolis satu hari.
Menurut Pangdam, gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat di wilayah Lampung dan Bengkulu secara berkelanjutan.
Sasaran utamanya adalah membangun kesadaran masyarakat agar budaya hidup bersih tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, bukan dari instruksi semata.
“Kami tidak mengharapkan kegiatan ini hanya menjadi seremonial satu hari. Kami memulai dari pantai karena di sinilah bermuaranya berbagai jenis sampah. Yang kami kejar adalah keberlanjutan, agar masyarakat terbiasa hidup bersih dan sehat,” kata Kristomei.
Gubernur: Kebiasaan Warga Jadi Kunci Utama Kebersihan
Semangat membangun perubahan perilaku ini mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi Lampung. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menilai keberhasilan menjaga kebersihan tidak ditentukan oleh banyaknya instruksi, melainkan kemampuan membentuk kebiasaan masyarakat sehari-hari.
“Yang paling penting bukan tentang instruksinya, tapi bagaimana kita mengubah kebiasaan. Ingin menjaga kebersihan itu adalah bagian dari sifat-sifat kita, orang Lampung,” ujar Gubernur.
Ia menilai kawasan pesisir memiliki posisi strategis karena menjadi wajah utama pariwisata Lampung. Pantai yang bersih dan tertata diyakini akan meningkatkan daya tarik wisata, menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat citra daerah di mata wisatawan luar Lampung.
Kolaborasi Lintas Pihak Jadi Modal Keberlanjutan
Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam Gerakan Radin Inten ASRI menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan lagi tanggung jawab satu institusi.
Budaya bersih hanya dapat tumbuh melalui gotong royong yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan lewat kegiatan yang berhenti begitu seremoni usai.
Melalui gerakan ini, Korem 043/Gatam berharap semangat menjaga kebersihan tidak berhenti di Pantai Pasir Putih, tetapi menyebar ke lingkungan permukiman, sungai, fasilitas publik, hingga destinasi wisata lainnya di Lampung.
Sebab, lingkungan yang bersih bukan hanya menghadirkan kenyamanan, melainkan juga menjadi modal penting bagi kesehatan masyarakat, kelestarian alam, dan pertumbuhan ekonomi daerah.



