Taman Budaya Lampung menjadi titik temu seniman lintas generasi dalam pertunjukan budaya bertajuk “Selusur Sirat”. Yayasan Murni Budaya Lampung menggelar acara ini bersama grup Sako Serikat, memadukan musik tradisi, komposisi kontemporer, dan eksplorasi visual panggung dalam satu malam.
Kepala Taman Budaya Lampung dan perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Lampung hadir menyaksikan.
Musik yang Pulang
Tema lengkap pertunjukan ini adalah “Menenun Rindu Dalam Bunyi Tepian Nusantara”, sebuah perjalanan penelusuran nilai-nilai budaya yang selama ini kerap terpinggirkan.
Lewat tema ini, musik tradisi Lampung diajak “pulang”, menyeberangi batas waktu sambil membawa jejak dan ingatan masa lalu agar kerinduan akan identitas budaya tetap bergema di tengah masyarakat.
Sako Serikat tampil dengan empat musisi utama: Agung Hero Hernanda, Bian Pamungkas, Heppy Mulando, dan Dr. Ricky Warman Putra, semuanya berlatar pendidikan seni formal. Mereka didukung empat pemain tambahan: Taufiqurrohman, Amelia Putry Raisya, Narma Nafinda, dan Erika Amalia.
Lemawong Membuka, Seniman Senior Menyusul
Pertunjukan dibuka oleh Lemawong, kelompok yang menampilkan empat musisi muda. Kehadiran mereka di panggung yang sama dengan seniman seperti Ari Pahala Hutabarat, Isbedi Setiawan, dan Iin Mumainah bukan kebetulan.
Ini bagian dari desain acara yang menempatkan generasi berbeda dalam satu percakapan seni.
Direktur pertunjukan Arief Rahman mengatakan acara ini diharapkan menjadi momentum lahirnya semangat kolektif antara seniman dan masyarakat untuk membangun ekosistem seni budaya yang hidup dan berkelanjutan.
Menurutnya, ruang kebudayaan harus terus dihidupkan agar seni tidak hanya menjadi warisan yang dikenang, tapi juga praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
* Sanggar Gardancestory Hadirkan “The Beginning of Bloom”, Ruang Tumbuh Penari Muda Lampung
Kolaborasi sebagai Arah
Acara ini diselenggarakan melalui kerja sama Yayasan Murni Budaya Lampung dengan Taman Budaya Lampung. Bagi yayasan, Selusur Sirat adalah bagian dari komitmen jangka panjang untuk mengembangkan khazanah seni budaya daerah melalui program pertunjukan yang kreatif.
Di akhir acara, Diantori mengajak semua pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem seni yang sehat.
“Ekosistem seni harus terus aktif agar tumbuh talenta-talenta muda yang tidak ragu belajar dan mengembangkan seni budaya Lampung,” katanya.



