Kolaborasi Lampung Wujudkan Hilirisasi Singkong Bernilai Tinggi 2026

Kolaborasi Lampung Wujudkan Hilirisasi Singkong Bernilai Tinggi 2026 - Mahendra Utama
Kolaborasi petani, pengusaha, dan pemerintah dorong hilirisasi singkong Lampung menuju cassava center nasional 2026.

Oleh Mahendra Utama

Sinergi Petani, Pengusaha, dan Pemerintah Menuju Cassava Center Nasional

Lampung terus mengukuhkan diri sebagai lumbung singkong nasional. Produksi 7,3 juta ton ubi kayu pada 2024, menyumbang sekitar 35 persen produksi nasional, adalah buah kerja keras petani, dukungan pemerintah daerah, dan semangat kewirausahaan lokal.

Read More

Dengan nilai PDB sektor singkong dan turunannya yang nyaris Rp50 triliun, satu juta keluarga merasakan manfaat langsung dari komoditas ini.

Presiden Prabowo Subianto pun menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat program hilirisasi di seluruh sektor unggulan, selaras dengan arahan Kementerian Pertanian yang fokus mengembangkan mocaf dan bioetanol berbasis singkong.

Tiga Pilar Produk Unggulan yang Didukung Semua Pihak

Kolaborasi antara petani, pelaku usaha, Pemkab, Pemprov Lampung, dan pemerintah pusat menjadi kunci transformasi singkong dari sekadar komoditas mentah menjadi produk bernilai tinggi. Tiga pilar utama kini menjadi fokus bersama.

Tapioka Premium Menembus Pasar Tiongkok

Sinergi pemerintah dan pengusaha terbukti dari melonjaknya ekspor tepung tapioka Lampung. Sepanjjang awal 2026, ekspor menembus 10.000 ton, dengan puncaknya pada 5 Mei 2026 saat 3.330 ton berlayar ke Tiongkok senilai Rp26 miliar.

Pemprov Lampung memfasilitasi kemudahan perizinan dan logistik, sementara pengusaha berinvestasi pada teknologi pengolahan modern. Petani pun diuntungkan karena permintaan singkong berkualitas meningkat.

Mocaf dan Bioetanol, Proyek Bersama dari Desa

Pemprov Lampung secara aktif menyalurkan mesin penepung mocaf ke desa-desa, memberdayakan kelompok tani untuk naik kelas dari sekadar pemasok bahan baku menjadi produsen tepung bernilai jual Rp20.000 per kilogram.

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mendorong riset bibit unggul untuk mendukung industri bioetanol.

Seperti diungkapkan ekonom Celios, Nailul Huda, hilirisasi yang dikelola dengan kolaborasi yang kuat dan tata kelola yang baik akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Pakan Ternak, Peluang Baru yang Mulai Digarap

Kulit singkong dan onggok, yang dahulu hanya limbah, kini mulai diolah oleh pengusaha lokal menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi.

Dukungan penyuluhan dari dinas terkait dan akses permodalan dari program pemerintah membuat para petani dan pelaku UMKM optimistis. Inilah wujud nyata ekonomi sirkular yang inklusif.

Baca juga:
* Mengintip Rahasia Singkong Thailand: Kolaborasi Epik Menuju Raja Tapioka Dunia

Dari Petani Jadi Pengusaha, Bukan Sekadar Mimpi

Kisah inspiratif Shodiq, juragan singkong Lampung yang memulai usaha dari “kuping ke kuping” dan kini meraup omzet miliaran rupiah, menjadi bukti bahwa cita-cita menjadi pengusaha sukses terbuka lebar.

Pemerintah kabupaten dan provinsi secara proaktif membuka pelatihan, memfasilitasi akses pasar, dan memperkuat kelembagaan petani.

Teori Albert Hirschman tentang backward and forward linkages menemukan wujud konkretnya di Lampung: pabrik-pabrik terhubung erat dengan petani, sementara produk olahan menembus pasar ekspor, menciptakan rantai nilai yang saling menguatkan.

Presiden Prabowo menempatkan hilirisasi sebagai salah satu strategi utama pembangunan, dengan target 15 megaproyek bernilai miliaran dolar.

Bagi Lampung, itu berarti dukungan penuh bagi petani singkong, pengusaha lokal, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama mewujudkan visi besar: Lampung sebagai Cassava Center Nasional yang modern, sejahtera, dan berdaya saing global.

Tahun 2026 adalah momentum untuk memanen hasil kolaborasi yang telah ditanam.

*Penulis Mahendra Utama adalah TPP Gubernur Lampung Bidang Perindustrian dan Perdagangan & Pemerhati Pembangunan

#HilirisasiSingkong #KolaborasiLampung #DariPetaniJadiPengusaha #EksporTapioka #IndonesiaMaju

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *