Menggali Harta Karun Tersembunyi di Pesisir Kuala Teladas Lampung

Menggali Harta Karun Tersembunyi di Pesisir Kuala Teladas Tulang Bawang Lampung - Mahendra Utama
Potensi kepiting bakau, udang, dan produk olahan pesisir membuka peluang hilirisasi ekonomi berkelanjutan di Kuala Teladas. (Foto arsip Mahendra Utama)

Oleh Mahendra Utama*

Kuala Teladas di Tulang Bawang selama ini telanjur diidentifikasi sekadar sebagai lumbung ikan laut. Cara pandang reduksionis ini membuat kita sering kali luput melihat potensi komoditas pesisir non-ikan yang justru menyimpan nilai ekonomi tinggi.

Read More

Untuk melompati jebakan ekonomi ekstraktif, wilayah muara sungai ini mendesak untuk melakukan diversifikasi komoditas berbasis ekosistem lokal.

Potensi Berkelanjutan Lahan Basah dan Muara

Secara geografis, Kuala Teladas merupakan wilayah estuari yang dikelilingi hutan mangrove subur. Karakteristik ini melahirkan keunggulan komparatif bagi komoditas non-ikan laut.

Kepiting Bakau dan Udang Alam

Hutan mangrove yang terjaga menjadi habitat alami kepiting bakau (Scylla serrata) yang bernilai ekspor. Selain itu, kawasan muara ini sangat potensial untuk pengembangan budidaya udang windu tradisional yang ramah lingkungan.

Diversifikasi Produk Olahan Pesisir

Hilirisasi produk berbasis udang rebon menjadi terasi premium higienis dan aneka kemplang dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi kelompok usaha perempuan nelayan setempat.

Teori Pembangunan Berbasis Desa dan Urgensi Hilirisasi

Dalam perspektif teori pembangunan wilayah, membiarkan desa mengirim bahan mentah ke kota tanpa sentuhan industri pengolahan hanya akan memperlebar ketimpangan ekonomi (backwash effect). Kuala Teladas harus mampu menciptakan nilai tambah di tingkat domestik.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam arahannya pada Mei 2026 menekankan bahwa lompatan ekonomi Lampung harus dimulai dengan menggeser fokus dari sekadar memproduksi bahan baku menuju hilirisasi yang kuat:

“Kalau kita bisa meningkatkan produktivitas, bukan hanya hasil panennya yang naik, tetapi juga kesejahteraan petani, daya beli masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi daerah akan ikut terdorong.”

Gubernur Mirza juga menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan harus bertumpu pada desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, di mana kota yang bergantung pada desa, bukan sebaliknya.

Baca juga:
* Kuala Teladas: Di Ujung Pesisir Tulang Bawang, Nelayan Belajar Bercerita

Tantangan Infrastruktur Rantai Dingin

Mengubah potensi menjadi kesejahteraan memerlukan intervensi kebijakan yang nyata. Komoditas seperti kepiting bakau dan udang muara sangat bergantung pada mutu kesegaran.

Pemerintah daerah perlu memprioritaskan perbaikan akses jalan logistik dan penyediaan teknologi rantai dingin (cool chain) di Kuala Teladas agar produk non-ikan ini mampu menembus pasar ritel modern secara kompetitif.

*Penulis Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan

‘#EkonomiLampung #KualaTeladas #HilirisasiDaerah #PembangunanPesisir #RahmatMirzaniDjausal

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *