Gubernur Lampung Dorong Ekowisata Tahura WAR Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dorong Wisata Tahura WAR untuk Perpanjang Lama Tinggal dan Dongkrak Belanja Wisatawan - Yopie Pangkey 1
Gubernur Mirza bersama Ubay dari Pokdarwis Sumber Agung (kiri) dan Abah Mus pengelola Hutan Kemiri (kanan). (Foto: Yopie Pangkey)

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong wisata Tahura WAR agar wisatawan menginap lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang di Lampung. Pesan itu ia sampaikan saat melakukan trekking di luar agenda resmi di Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman, rute Hutan Kemiri-Batu Lapis, Selasa (13/10/2026) pagi.

Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Marindo dan beberapa kawan dekat, Gubernur menyusuri jalur sepanjang 6 kilometer pergi-pulang di kaki Gunung Betung sejak pukul 06.30 WIB.

Read More

Rombongan dipandu pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumber Agung, Kecamatan Kemiling, Ubay dan Darma.

Wisata Tahura WAR Jadi Pelengkap Wisata Bahari

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dorong Wisata Tahura WAR untuk Perpanjang Lama Tinggal dan Dongkrak Belanja Wisatawan - Yopie Pangkey 3
Di “Hutan Kemiri” yang dibangun oleh Abah Mus sejak 28 tahjn lalu. (Foto: Yopie Pangkey)

Menurut Gubernur, Lampung tidak boleh hanya bertumpu pada wisata bahari. Destinasi wisata alam bernuansa hutan (ecotourism) yang lokasinya sangat dekat dari pusat kota, seperti Tahura WAR, menjadi pelengkap strategis untuk menahan wisatawan agar tidak cepat pulang.

“Kunci pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata itu ada dua: berapa lama wisatawan bertahan di Lampung dan berapa banyak transaksi belanja yang mereka keluarkan. Wisata hutan di pinggiran Kota Bandar Lampung ini menjadi pilihan alternatif yang sangat efisien secara waktu namun kaya pengalaman,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Rantai Pasok Lokal Ikut Bergerak

Ia menjelaskan, makin bervariasinya pilihan destinasi, dari pantai hingga ekowisata hutan, memberi wisatawan alasan kuat untuk menambah hari liburan (extending stay).

Imbasnya, perputaran uang di tengah masyarakat lokal akan meningkat signifikan, mulai dari jasa pemandu, kuliner lokal, UMKM produk olahan hutan, hingga sektor penginapan.

“Kita ingin wisatawan tidak sekadar melintas atau berkunjung singkat, tapi menginap lebih lama dan membelanjakan uangnya lebih banyak di Lampung. Potensi rantai pasok lokalnya sangat besar,” tambahnya.

Akhir Pekan, Pokdarwis Layani 100-an Wisatawan

Soal minat pengunjung, Ketua Pokdarwis Desa Sumber Agung, Ubay, mengungkapkan bahwa setiap akhir pekan pihaknya melayani sekitar 100-an wisatawan yang terbagi dalam 6 hingga 8 kelompok.

Aliran wisatawan ini tidak hanya berasal dari Lampung, tetapi juga dari Sumatera Selatan hingga Jabodetabek.

Baca juga:
* Akses ke Teluk Kiluan dan Gigi Hiu Diperbaiki, Ekonomi Pesisir Kelumbayan Didorong

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Dorong Wisata Tahura WAR untuk Perpanjang Lama Tinggal dan Dongkrak Belanja Wisatawan - Yopie Pangkey 2
Istirahat di gubuk milik Abah Mus. (Foto: Yopie Pangkey)

Trekking Jadi Cara Menjaga Kebugaran

Di luar aspek ekonomi, aktivitas trekking ini menjadi cara Gubernur menjaga kebugaran di tengah padatnya jadwal kerja. Menempuh waktu berjalan sekitar 3 hingga 5 jam, stamina Gubernur terlihat sangat prima. Bahkan di beberapa jalur tanjakan, ia tampak setengah berlari.

Sepanjang perjalanan, rombongan juga diajak sejenak menikmati keheningan dan suara alami hutan untuk penyegaran pikiran.

Keakraban warga dan pemimpin daerah pun terlihat hangat saat rombongan tiba di area Hutan Kemiri dan disambut bercanda oleh sang pengelola kawasan, Abah Mus (Muslim).

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *