Kesepakatan harga listrik antara PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PLN untuk optimasi PLTP Ulubelu unit 1-4 sebesar 30 MW memang terlihat teknis.
Tapi kalau dicermati lebih dalam, ini sebenarnya langkah besar Lampung masuk ke peta energi hijau nasional. Investasi Rp8,8 triliun yang melibatkan Badan Pengelola Investasi Danantara ini bukan main-main. Lampung sedang bersiap jadi salah satu pusat energi terbarukan di Sumatera.
Kenapa Harus Lampung?
Lampung, terutama kawasan Ulubelu di Tanggamus, dipilih bukan karena kebetulan. Indonesia punya sekitar 40% cadangan panas bumi dunia menurut data Badan Geologi, dan Lampung termasuk daerah yang kaya potensi ini.
Bedanya energi panas bumi dengan solar panel atau kincir angin? Geothermal bisa jalan terus 24 jam tanpa peduli cuaca.
Direktur Utama PGEO, Julfi Hadi, bilang optimalisasi Ulubelu ini bagian dari target besar mereka mencapai kapasitas 1,5 GW di tahun 2030. Ulubelu dipilih karena infrastrukturnya sudah jadi kapasitas sekarang sudah 220 MW dan menyuplai sekitar seperempat kebutuhan listrik Lampung.
Apa Untungnya untuk Warga Lampung?
A. Pertama soal listrik. Tambahan 30 MW artinya pasokan listrik di Lampung lebih stabil. Pabrik dan rumah tangga jadi lebih tenang karena risiko mati lampu berkurang.
B. Kedua, ekonomi lokal bergerak. Investasi hampir Rp9 triliun pasti butuh banyak tenaga kerja. UMKM di sekitar lokasi proyek juga ikut kebagian rezeki, mulai dari katering, jasa transportasi, sampai penginapan.
C. Ketiga, kas daerah bertambah. Dari bonus produksi dan pajak, Pemda Lampung dapat pemasukan tambahan. Uang ini bisa dipakai bangun jalan, fasilitas kesehatan, atau program lain yang langsung menyentuh rakyat.
Inilah yang disebut pembangunan berkelanjutan manfaatnya terasa sekarang, tapi nggak merusak lingkungan untuk anak cucu nanti.
Baca juga:
* Ulubelu: Tonggak Hijau Transisi Energi Indonesia
Belajar dari Daerah Lain yang Sudah Duluan
Lampung sebenarnya bukan perintis. PLTP Kamojang di Jawa Barat dan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara sudah lebih dulu jalan dan berhasil.
Di Lahendong malah panas buminya dimanfaatkan juga untuk wisata dan pertanian. Artinya, panas bumi itu investasi jangka panjang yang aman dan ramah lingkungan.
Peran Penting Gubernur Lampung
Kesuksesan proyek ini nggak lepas dari kolaborasi yang solid antara PGEO, PLN, dan pemerintah daerah. Yang patut diapresiasi adalah sikap proaktif Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, atau yang lebih akrab dipanggil Iyai Mirza.
Kepemimpinannya yang terbuka terhadap investasi dan serius soal energi hijau bikin investor yakin tanam modal besar di Lampung.
Baca juga:
* Ulubelu Jadi Pionir Hidrogen Hijau, Dari Tulang Punggung Energi Lampung ke Tonggak Transisi Nasional
Dukungan pemprov dalam mempercepat perizinan dan menjaga kondisi lapangan yang kondusif jadi faktor penentu. Tanpa sinergi pusat-daerah-BUMN yang kuat, proyek sebesar ini sulit terwujud.
Dengan masuknya Danantara dalam skema pendanaan, jelas bahwa Ulubelu bukan sekadar proyek lokal. Ini proyek strategis nasional yang membuktikan Lampung punya masa depan cerah di sektor energi terbarukan.
*Penulis: Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan
#EnergiPanasBumiLampung #PLTPUlubelu #InvestasiHijauLampung #LampungBerkembang #EnergiTerbarukanIndonesia



