Seruit Tak Lagi Sekadar Kuliner, Kini Jadi Jalan UMKM Lampung Naik Kelas

hari Nyeruit Nasional The Next Local Hero - Seruit Tak Lagi Sekadar Kuliner Kini Jadi Jalan UMKM Lampung Naik Kelas - Yopie Pangkey
Ketua Tim Penggerak PKK, Duta Seruit Lampung foto bersama para local hero Lampung. (Foto: Yopie Pangkey)

Kompetisi pembinaan UMKM The Next Local Hero mengumumkan Seblak Ratu Simi milik Kartika Yupitasari sebagai pemenang dengan hadiah pengembangan usaha senilai Rp100 juta, dalam puncak peringatan Hari Nyeruit Nasional 2026 di Hotel Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026).

Program yang digagas Duta Seruit Lampung sekaligus pemilik Sambal Seruit Bu Lin, Ellynawati AS, ini diikuti sekitar 600 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, dan menempatkan seruit, kuliner tradisional khas Lampung, sebagai pintu masuk bagi UMKM Lampung naik kelas.

Read More

Dari Pengalaman Pribadi, Lahir Program Pembinaan UMKM

Ellynawati mengatakan, The Next Local Hero bukan sekadar kompetisi mencari juara, melainkan ruang untuk menemukan pelaku usaha yang berani bermimpi besar, terus belajar, dan mampu mengangkat potensi daerah menjadi kebanggaan nasional.

“Program ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari pemenang, melainkan ruang untuk menemukan orang-orang yang berani bermimpi besar, mau terus belajar, dan membawa potensi daerah menjadi kebanggaan Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut disusun melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kementerian Kebudayaan RI agar UMKM lokal tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

Ellynawati mengaku gagasan membantu UMKM lahir dari pengalaman pribadinya saat merintis usaha. Ia pernah menghadapi keterbatasan modal, relasi, hingga akses promosi, sehingga ingin menghadirkan wadah yang dapat mempercepat pertumbuhan pelaku usaha lain.

Selain pendampingan, penyelenggara juga menyiapkan skema kemitraan bagi peserta terbaik sebagai bentuk dukungan jangka panjang terhadap pengembangan usaha mereka.

600 UMKM Bersaing, Empat Finalis ke Babak Puncak

Antusiasme terhadap program ini terlihat dari tingginya jumlah peserta. Sekitar 600 UMKM mengikuti proses seleksi selama hampir enam bulan sebelum akhirnya tersaring menjadi empat finalis yang tampil pada puncak acara, dengan Seblak Ratu Simi keluar sebagai pemenang.

Kartika Yupitasari mengaku tidak menyangka mampu melewati seluruh tahapan kompetisi. Ia mengatakan pengalaman mengikuti program jauh lebih berharga dibanding sekadar mengejar hadiah karena memberikan kesempatan belajar, membangun jaringan, dan mengembangkan usaha bersama pelaku UMKM lainnya.

Kartika juga menilai kreativitas pelaku UMKM di Lampung sebenarnya sangat besar. Tantangan yang masih dihadapi adalah memperkuat merek, memperluas pasar, dan memperoleh pendampingan yang berkelanjutan.

Seruit, dari Meja Makan ke Panggung Ekonomi

Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menilai seruit memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar makanan khas. Menurutnya, tradisi makan seruit mencerminkan nilai kebersamaan masyarakat Lampung sekaligus memiliki potensi besar menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor kuliner dan pariwisata.

“Seruit itu seru tapi irit. Dengan satu ikan, sambal, dan lalapan bisa dinikmati satu keluarga. Yang paling penting, seruit mengajarkan kita makan bersama, memperkuat kebersamaan dan gotong royong,” katanya.

Ia berharap seruit semakin dikenal sebagai daya tarik wisata sekaligus menjadi identitas budaya yang mampu memperkuat perekonomian daerah. Purnama juga mengapresiasi penyelenggaraan The Next Local Hero karena dinilai mampu menjadi ruang regenerasi pelaku usaha muda.

Ia mengaku terkesan melihat peserta yang masih duduk di bangku SMP sudah berani membangun usaha untuk membantu perekonomian keluarga.

Menurutnya, regenerasi merupakan kebutuhan agar industri kreatif dan kuliner Lampung terus berkembang. Karena itu, generasi muda didorong untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar melalui media sosial.

Menuju Ekosistem Ekonomi Kreatif, UMKM Lampung Siap Naik Kelas

Empat tahun sejak pertama kali diselenggarakan, Hari Nyeruit Nasional kini menunjukkan perubahan arah. Jika sebelumnya identik dengan promosi kuliner tradisional, tahun ini perayaan tersebut berkembang menjadi ruang membangun ekosistem kewirausahaan berbasis budaya.

Melalui The Next Local Hero, seruit tidak lagi hanya menjadi simbol kebersamaan di meja makan, tetapi juga dijadikan pintu masuk untuk mencetak wirausaha baru, memperkuat identitas budaya, serta mendorong UMKM Lampung naik kelas.

Apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan melibatkan lebih banyak kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas, program ini berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Lampung. Dari semangkuk seruit, lahir harapan agar semakin banyak local hero yang mampu membawa produk-produk daerah menembus pasar nasional hingga internasional.

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *