Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan intrusi air laut untuk menyelamatkan 8.000 hektare lahan pertanian di Daerah Irigasi Rawa (DIR) Pisang, Kabupaten Lampung Selatan. Langkah tersebut mencakup normalisasi saluran sekitar 4,5 kilometer, perbaikan pintu air, dan pengangkatan sedimen.
Tujuannya memperlancar aliran air dan menjaga ketersediaan air baku bagi lahan pertanian masyarakat, sehingga potensi gagal panen dapat dicegah.
Saluran 4,5 Kilometer Dinormalisasi
Penanganan dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung pada jaringan saluran yang terhubung dengan Sungai Way Sekampung dan Saluran Pembuang Sekunder (SPS) Sragi.
Intrusi air laut terjadi ketika air asin masuk ke saluran dan lahan yang seharusnya dialiri air tawar.
Menurut Kementerian PU, pekerjaan mencakup normalisasi saluran suplesi (saluran penambah pasokan air) dari Sungai Way Sekampung menuju SPS Sragi sepanjang sekitar 1,3 kilometer.
Normalisasi SPS Sragi sepanjang 3,2 kilometer juga dikerjakan, sehingga secara keseluruhan pekerjaan mencapai sekitar 4,5 kilometer.
Normalisasi dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran aliran air menuju jaringan irigasi, sehingga suplai air lebih optimal untuk kebutuhan pertanian.
Pintu Air dan Gorong-gorong Rampung
Kementerian PU telah menyelesaikan perbaikan empat unit pintu Tabat Gayau dan 13 unit pintu pembuang.
Selain itu, tiga unit gorong-gorong dengan total panjang 30 meter telah dipasang, disertai pasangan batu kali untuk memperkuat konstruksinya.
Penanganan ini menjadi bagian dari upaya memperlancar distribusi air ke saluran pertanian sekaligus mengendalikan masuknya air laut ke jaringan.
Pompa dan Ekskavator Angkat Sedimen
Di lapangan, air dari Sungai Way Sekampung dipompa menuju saluran sepanjang sekitar 700 meter menggunakan mobile pump (pompa bergerak).
Pengangkatan sedimentasi juga dilakukan pada Saluran Pembuangan Primer (SPP) Sekampung-SPS Sragi sepanjang 5,8 kilometer dan SPP Sekampung-SPP Bali Agung sepanjang 5,6 kilometer.
Pekerjaan ini mengerahkan lima unit excavator long arm (ekskavator berlengan panjang). Material sedimen diangkat agar aliran air dapat diteruskan ke saluran SPP dan selanjutnya dipompa menuju sawah.
Tabat Gayau Tahan Intrusi Air Laut saat Kemarau
Perbaikan Tabat Gayau menjadi bagian penting dalam pengendalian tata air. Tabat berfungsi mengatur aliran saluran.
Pada musim hujan, pintu dapat dibuka untuk membuang aliran ke Sungai Sekampung. Pada musim kemarau, pintu ditutup untuk menahan intrusi air asin sekaligus menahan air hasil pompanisasi agar tetap mengalir di saluran SPP.
Baca juga:
* Lampung Bangun 1.200 Unit Irigasi Perpompaan untuk Hadapi Ancaman El Nino 2026
Menteri PU: Infrastruktur Air Fondasi Pangan
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penguatan infrastruktur sumber daya air merupakan salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Infrastruktur yang andal, menurutnya, memberikan kepastian layanan air bagi petani sehingga produktivitas pertanian dapat terus dijaga.
“Kehadiran infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga,” kata Menteri Dody.
Kementerian PU berupaya memastikan aliran air lebih lancar dan terkontrol hingga ke jaringan pertanian, sehingga pasokan air baku bagi sawah terjaga dan masyarakat di wilayah terdampak intrusi air laut dapat mempertahankan produktivitas pertanian.



