Wabup Pesawaran: Pemuda Jangan Jadi Penonton, Ciptakan Peluang

Wabup Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali Pemuda Jangan Jadi Penonton, Ciptakan Peluang 2
Wabup Antonius Muhammad (belakang, mengenakan peci) ajak pemuda Pesawaran ciptakan peluang usaha di pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian, bukan sekadar cari kerja. (Foto: ist)

Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali mengajak pemuda di daerahnya untuk berhenti menempatkan diri sebagai penonton dalam pembangunan dan mulai menciptakan peluang usaha sendiri, terutama di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pertanian.

Pesan itu disampaikan Antonius dalam Diskusi Publik Rembuk Pemuda Lampung di Namu In Cafe, Sabtu (12/9/2026), di hadapan puluhan tokoh pemuda lintas organisasi.

Read More

Kegiatan bertema “Ruang Pemuda Pesawaran: Pesawaran Berdiskusi, Saatnya Pemuda Peduli” ini digelar sebagai ruang dialog bagi generasi muda Kabupaten Pesawaran untuk bertukar gagasan dan merumuskan langkah strategis dalam mengakselerasi peran mereka di pembangunan daerah.

Ciptakan Peluang, Bukan Sekadar Cari Kerja

Antonius menekankan bahwa pemuda Pesawaran semestinya tidak berhenti pada posisi mencari pekerjaan, melainkan membangun semangat kewirausahaan dengan memanfaatkan potensi lokal yang belum tergarap maksimal.

“Pemuda jangan hanya sibuk mencari pekerjaan, tetapi harus mampu menciptakan peluang. Banyak potensi yang dimiliki Pesawaran, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian, hingga berbagai potensi lokal lainnya yang dapat dikembangkan menjadi peluang untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian pemuda,” katanya.

“Anak-anak muda Pesawaran harus menjadi pemain dalam pembangunan Pesawaran, bukan hanya menjadi penonton. Pemuda harus menjadi subjek pembangunan yang memiliki gagasan, kreativitas, dan keberanian untuk mengambil peran dalam memajukan daerah,” ujar Antonius.

Karakter Disebut Modal Utama Pemuda Maju

Selain kapasitas usaha, Antonius menyoroti pentingnya karakter sebagai fondasi keberhasilan pemuda.

Menurutnya, integritas, tanggung jawab, kejujuran, dan semangat pantang menyerah menjadi modal yang tidak kalah penting dari kemampuan akademik maupun keterampilan teknis.

“Untuk menjadi maju, seorang pemuda harus memiliki integritas yang tinggi, tanggung jawab, kejujuran, serta semangat pantang menyerah. Karakter tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” jelasnya.

Wabup Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali Pemuda Jangan Jadi Penonton, Ciptakan Peluang 1
Wabup Antonius berbincang-bincang dengan salah satu pemuda yang hadir. (Foto: ist)

Pemerintah Butuh Pemuda sebagai Mitra Strategis

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran membuka ruang kolaborasi bersama pemuda sebagai mitra strategis dalam merancang dan menjalankan pembangunan ke depan, sekaligus meminta kritik pemuda disertai solusi.

“Pemuda Pesawaran harus menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun Pesawaran. Kritik tentu diperlukan sebagai bentuk kepedulian, tetapi kritik harus disertai dengan masukan dan solusi agar dapat menjadi energi positif bagi kemajuan daerah,” tambahnya.

Perempuan dan Pemuda Disebut Pemilik Masa Depan Daerah

Ketua TP PKK Pesawaran Cindy Aria, yang tampil sebagai narasumber dengan materi “Perempuan, Pemuda, dan Masa Depan Daerah: Duduk Bersama, Bertukar Cerita, Membangun Daerah Bersama”, menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan penuh perempuan dan pemuda sebagai kekuatan perubahan.

“Pemuda bukan hanya penerima masa depan, tetapi pemilik masa depan daerah. Karena itu, penting bagi kita untuk mendengar cerita, gagasan, dan harapan anak muda dalam membangun daerah,” ujarnya.

Cindy menambahkan bahwa peran perempuan turut menentukan arah pembangunan karena perubahan besar kerap dimulai dari keluarga, lewat pendidikan nilai dan keteladanan yang dibentuk perempuan di rumah.

“Ketika kita berbicara tentang perempuan, sebenarnya kita sedang berbicara tentang masa depan keluarga dan generasi berikutnya. Dari keluarga yang kuat, akan lahir generasi yang memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya,” ungkap Cindy.

Kepada pemuda, ia berpesan agar tidak takut bermimpi besar meski berasal dari daerah, dan menegaskan bahwa membangun daerah tidak harus menunggu menjadi pejabat.

“Membangun daerah tidak harus menunggu menjadi pejabat. Ketika pemuda menciptakan usaha, membuat kegiatan sosial, membangun komunitas, menghasilkan karya positif, atau memperkenalkan daerah melalui kreativitasnya, itu semua merupakan bentuk pembangunan,” tuturnya.

Baca juga:
* Wabup Pesawaran Ajak 400 Mahasiswa UTI Jadi Pemimpin Adaptif

Forum Dihadiri Unsur DPRD hingga Organisasi Kepemudaan

Diskusi ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran M. Nasir, S.I.Kom., MM, Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran sekaligus Ketua PD TIDAR Provinsi Lampung Muhammad Rinaldi Alzier, BA., MBA.

Selain itu turut hadir Ketua KAHMI Pesawaran Dedi Satria, S.H., Koordinator Wilayah Rembuk Pemuda Lampung Alvin Rahmat Dani, Tokoh Pemuda Pesawaran Alfan Rois, serta para ketua organisasi kepemudaan dan seluruh peserta Rembuk Pemuda Kabupaten Pesawaran.

Cindy Aria menutup sesinya dengan ajakan kolaborasi antara perempuan dan pemuda untuk menggerakkan perubahan dari langkah kecil.

“Daerah ini bukan milik satu kelompok, tetapi milik kita semua. Karena itu, mari saling menguatkan. Perempuan berdaya, pemuda bergerak, keluarga kuat, dan daerah maju dapat dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.

Melalui forum ini, pemerintah daerah dan generasi muda Pesawaran diharapkan dapat merumuskan kolaborasi nyata untuk pembangunan yang lebih inovatif dan berdaya saing.

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *