Wabup Pesawaran Ajak 400 Mahasiswa UTI Jadi Pemimpin Adaptif

Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali Ajak Mahasiswa Menjadi Pemimpin Adaptif Berintegritas Berdampak - 1
Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali bagikan tiga nilai kepemimpinan adaptif ke 400 mahasiswa UTI dalam LEP 2026. (Foto: Pemkab Pesawaran)

Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali membagikan konsep kepemimpinan adaptif kepada sekitar 400 mahasiswa dalam Leadership Education Program (LEP) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) 2026, Jumat (7/8/2026), di Gelanggang Mahasiswa Dr. H.M. Nasrullah Yusuf. Peserta berasal dari lintas jurusan, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa, dan berbagai organisasi kemahasiswaan lain.

Mengusung tema “Empowering Future Leaders with Adaptive, Collaborative and Impactful Mindset“, kegiatan ini menghadirkan Antonius yang menyampaikan materi bertajuk “Adaptive Leadership: Membangun Pesawaran Melalui Integritas, Kolaborasi, dan Inovasi”.

Read More

Wabup Antonius mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan di era yang terus berubah menuntut kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi seorang pemimpin.

Tiga Nilai yang Wajib Dimiliki Pemimpin

Menurut Antonius, ada tiga nilai utama yang harus dimiliki setiap pemimpin. Pertama, integritas, yakni membangun kepercayaan melalui kejujuran dan konsistensi dalam setiap tindakan. Kedua, kolaborasi, karena tidak ada pembangunan yang bisa berhasil jika dikerjakan sendiri tanpa kerja sama berbagai pihak. Ketiga, inovasi, di mana setiap keterbatasan seharusnya memicu lahirnya solusi baru, bukan alasan untuk berhenti melangkah.

“Pemimpin bukanlah orang yang harus mengerjakan semuanya sendiri. Tugas seorang pemimpin adalah memastikan seluruh pihak dapat bergerak ke arah tujuan yang sama,” ujar Antonius di hadapan mahasiswa.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Kemajuan Pesawaran

Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali Ajak Mahasiswa Menjadi Pemimpin Adaptif Berintegritas Berdampak - 2
Wabup Antonius berpesan agar mahasiswa memulai memimpin dari diri sendiri, dari organisasi, dari kampus, lalu berkontribusi untuk daerah dan bangsa. (Foto: pemkab Pesawaran)

Antonius menekankan pentingnya mengubah keterbatasan menjadi peluang untuk membangun kolaborasi. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Pesawaran hanya bisa diwujudkan lewat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media. Kolaborasi yang kuat, kata dia, akan melahirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Lima Karakter Pemimpin Masa Depan

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Wakil Bupati juga berbagi pandangan mengenai karakter pemimpin yang dibutuhkan di masa depan.

Antonius menyebut lima karakter yang perlu dipersiapkan sejak dini oleh generasi muda: memiliki integritas, mampu beradaptasi dengan perubahan, menjunjung tinggi kolaborasi, berani mengambil keputusan, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Baca juga:
Pesawaran Sentra Kakao Terbesar di Lampung, Revitalisasi Kebun Tua Jadi Kunci Produktivitas

Pesan untuk Generasi Menuju Indonesia Emas 2045

Mengakhiri paparannya, Antonius memberi motivasi kepada mahasiswa agar berani mengambil peran sebagai agen perubahan.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan pemimpin yang berani bermimpi besar, mampu bekerja sama, dan hadir membawa solusi. Saya percaya calon-calon pemimpin itu ada di ruangan ini. Mulailah memimpin dari diri sendiri, dari organisasi, dari kampus, lalu berkontribusilah untuk daerah dan bangsa,” tutupnya.

LEP UTI 2026 diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring kolaborasi, serta menumbuhkan semangat berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *