Sebanyak 20 pelaku UMKM pendukung pariwisata di Desa Harapan Jaya, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, mengikuti pelatihan pengemasan produk, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), dan pengelolaan media sosial pada Minggu (20/9/2026).
Pelatihan berlangsung sehari penuh, dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, sebagai bagian dari Program Pendampingan Pengembangan UMKM Pendukung Pariwisata Tahun 2026.
Peserta Beragam, dari Pelaku Usaha sampai Pengurus Pokdarwis
Pelatihan ini diikuti pelaku usaha lokal, pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kelompok pemuda, hingga perwakilan pemerintah desa.
Project Leader kegiatan, Enggar Dwi Cahyo, menjelaskan pelatihan dirancang dengan pendekatan praktis dan aplikatif agar mudah diterapkan peserta yang rata-rata memiliki literasi digital terbatas.
“Melalui program ini, kami ingin memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar warga dan pelaku usaha lokal mampu meningkatkan kualitas tampilan produknya. Kemasan bukan sekadar pelindung, melainkan identitas produk,” ujar Enggar.
“Pemanfaatan AI dan media sosial juga menjadi alat bantu penting untuk memperluas jangkauan promosi,” Enggar menambahkan.
Dua Narasumber Bahas Kemasan sampai Kalender Konten

Aldi Setiawan membawakan materi pengemasan produk, meliputi prinsip, unsur, dan daya tarik visual kemasan, serta penggunaan AI untuk ide produk, deskripsi, dan caption pemasaran.
Yopie Pangkey membawakan materi pemasaran melalui media sosial, mencakup pemetaan target audiens dan jenis konten, serta pengelolaan media sosial berupa kalender konten, konsistensi unggahan, dan interaksi dengan audiens.
Kegiatan ini didukung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela).
Petani Kopi M&M Mulai Berani Coba Pemasaran Digital
Ali, petani hutan yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) sekaligus produsen kopi lokal merek M&M dalam bentuk roasted bean dan kopi bubuk, mengaku pelatihan ini membuka wawasan baru soal tampilan produknya.
“Pelatihan ini sangat membantu saya agar bisa lebih berkreasi membuat kemasan kopi M&M jadi lebih menarik,” ungkapnya.
Ali belum memiliki akun media sosial resmi untuk produknya, berbeda dari tetangganya, Anton, pemilik UMKM kopi Sukma Ilang yang sudah memiliki kemasan khusus dan akun Instagram.
“Ke depannya saya akan segera memaksimalkan pemasaran media sosial menggunakan tips-tips sederhana yang sudah diberikan oleh pemateri,” pungkasnya.
Baca juga:
* Wabup Pesawaran: Pemuda Jangan Jadi Penonton, Ciptakan Peluang
Wakil Bupati Soroti Kebocoran Ekonomi dan Jalan Wisata
Di tengah pelatihan berlangsung, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali dan istri, Cindy Aria Anton, menyempatkan diri mampir menyapa peserta di sela kegiatan jalan-jalan bersama keluarga.
Ia menyoroti belum maksimalnya perputaran ekonomi wisatawan di Pesawaran, karena wisatawan kerap berbelanja bekal maupun oleh-oleh di Bandar Lampung, bukan di Pesawaran.
“Banyak wisatawan luar Lampung yang datang ke Pesawaran beli bekal di Bandar Lampung, jalan-jalan di Pesawaran, makan lalu buang sampah di Pesawaran, kemudian kembali lagi beli oleh-oleh di Bandar Lampung. Ini harus kita ubah,” kata Antonius.
Ia juga menekankan percepatan pembangunan jalan menuju kawasan wisata, termasuk usulan jalan sepanjang 5,2 kilometer ke Tanjung Putus melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Desa, serta akses menuju Harapan Jaya yang disebutnya akan turut diperjuangkan.
“Pemkab bekerja sama dengan Pemprov membangun jalan-jalan utama terlebih dahulu. Dari Teluk sampai Teluk Kiluan insyaAllah akan mulus di akhir tahun. Setelah jalan utama bagus, kita akan membangun jalan-jalan kabupaten yang menuju desa-desa dan destinasi wisata,” jelas Antonius.



