Setelah 30 Tahun Berlumpur dan Berdebu, Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Diperbaiki untuk Akses Pertanian

Setelah 30 Tahun Berlumpur dan Berdebu Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir Diperbaiki untuk Akses Pertanian
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, bersama Kepala Dinas BMBK, Taufizullah, meninjau kondisi jalan rusak ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kecamatan Rawa Pitu, Tulang Bawang. (Foto: Pemprov Lampung)

Bagi warga Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang, kondisi jalan Gedong Aji–Umbul Mesir selama ini bukan sekadar cerita tentang rusaknya infrastruktur.

Jalan berlumpur saat hujan dan berdebu ketika kemarau telah menjadi bagian dari keseharian, memengaruhi cara petani mengangkut hasil panen, mengatur waktu, hingga menentukan harga jual.

Read More

Wilayah ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi. Setiap musim panen, gabah dalam jumlah besar harus keluar dari desa menuju penggilingan dan pasar.

Namun selama lebih dari 30 tahun, akses utama tersebut nyaris tak pernah benar-benar layak. Truk pengangkut sering terjebak di jalan rusak, waktu tempuh membengkak, dan ongkos distribusi ikut naik.

Subari, warga Rawa Pitu, menuturkan bahwa kalau hujan, kendaraan bisa terperosok. Kalau kemarau, debunya tebal. Warga sudah terbiasa, tapi dampaknya ke penghasilan tetap terasa.

Akses Produksi yang Akhirnya Masuk Prioritas

Harapan baru mulai muncul ketika ruas Gedong Aji–Umbul Mesir ditetapkan sebagai salah satu prioritas perbaikan Pemerintah Provinsi Lampung.

Penanganan dilakukan secara bertahap, dengan fokus membuka kembali akses pertanian agar distribusi hasil panen tidak lagi terhambat kondisi jalan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebutkan bahwa Rawa Pitu merupakan wilayah penghasil padi, sawit, dan karet, dengan volume gabah yang besar setiap musim panen.

Kondisi jalan yang buruk selama ini dinilai berpengaruh langsung terhadap biaya angkut dan harga komoditas di tingkat petani.

Ruas Umbul Mesir hingga Rawa Pitu memiliki panjang sekitar 31 kilometer. Pada tahap awal tahun ini, pemerintah akan menangani sekitar 13,5 kilometer dengan anggaran sekitar Rp130 miliar.

Sebagian ruas dibangun menggunakan rigid beton, sementara segmen lain yang belum masuk pengerjaan utama diperkuat lapisan dasar (base) agar tetap dapat dilalui, terutama saat musim hujan.

Penyelesaian seluruh ruas ditargetkan berlangsung bertahap hingga 2027.

“Saat ini sedang proses tender. Kita percepat, yang seharusnya Mei, kita dorong agar awal April sudah mulai berjalan,” tegas Gubernur Mirza.

Baca juga:
* Lampung Menuju Lumbung Pangan di Era Gubernur Mirza

Lebih dari Sekadar Jalan

Bagi warga desa, perbaikan jalan ini memiliki arti lebih luas dari sekadar kemudahan berkendara.

Jalan Gedong Aji–Umbul Mesir merupakan akses vital bagi sekitar 3.000 penduduk untuk menuju pusat layanan, pasar, dan kecamatan lain di sekitarnya.

Kepala Desa Sumber Agung, Sahel S., berharap pembangunan ini benar-benar menjadi awal perubahan jangka panjang.

Selama ini, aktivitas ekonomi desa kerap terhambat karena keterbatasan akses, terutama saat musim hujan berlangsung lama.

“Kalau akses lancar, petani tidak terburu-buru menjual panen. Biaya angkut bisa ditekan, dan ekonomi desa ikut bergerak,” ujarnya.

Baca juga:
* 10 Bulan Mirza-Jihan dan Harapan Baru Pembangunan Lampung

Mengurai Ketertinggalan Infrastruktur Desa

Kisah jalan Rawa Pitu, di ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir, mencerminkan persoalan klasik wilayah produksi pangan: hasil pertanian melimpah, tetapi infrastruktur pendukung tertinggal.

Ketika akses distribusi terbatas, nilai tambah justru lebih banyak dinikmati di luar desa, sementara petani menanggung risiko terbesar.

Pembangunan jalan ini diharapkan menjadi titik balik. Bukan hanya untuk mempercepat mobilitas, tetapi juga memperbaiki posisi tawar petani dan efisiensi distribusi hasil pertanian.

Bagi masyarakat Rawa Pitu, perubahan ini menjadi ujian apakah pembangunan infrastruktur benar-benar menyentuh kebutuhan dasar desa.

Setelah puluhan tahun hidup di antara lumpur dan debu, warga kini menaruh harapan pada jalan yang diperbaiki.

Sebuah akses yang diharapkan mampu menghubungkan kerja keras petani dengan kesejahteraan yang lebih layak.

#JalanRusakLampung #TulangBawang #GubernurLampung #RahmatMirzaniDjausal

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *