Tanggamus, Lampung Barat dan Lampung Selatan: Menuju Lumbung Energi Hijau Lampung

Tanggamus Lampung Barat dan Lampung Selatan Menuju Lumbung Energi Hijau Lampung.webp
Tanggamus, Lampung Barat dan Lampung Selatan berpotensi memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung energi hijau berbasis panas bumi. (Foto ilustrasi AI)

Oleh Mahendra Utama | Pemerhati Pembangunan

Dari Ulubelu yang Eksisting Menuju Danau Ranau, Air Hitam, dan Rajabasa

Provinsi Lampung saat ini bertransformasi dari lumbung pangan menuju lumbung energi hijau nasional. Di barisan terdepan, Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat menjelma menjadi episentrum pengembangan panas bumi yang menggerakkan ekonomi dan kemandirian energi.

Read More

Ulubelu: Tulang Punggung Energi Lampung

PLTP Ulubelu di Tanggamus telah mengoperasikan 4 unit turbin dengan total kapasitas terpasang 220 MW, menyumbang sekitar 25 persen kebutuhan listrik Provinsi Lampung.

General Manager PGE Area Ulubelu Edy Sudarmadi menegaskan komitmennya tidak hanya menyuplai energi, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal, seperti pendampingan petani kopi dari hulu ke hilir.

Ke depan, kapasitas Ulubelu akan bertambah 1×30 MW yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Bahkan, proyek Green Hydrogen Pilot Project pertama di dunia yang mengintegrasikan elektroliser dengan panas bumi ditargetkan menghasilkan energi hingga 300 MW.

Danau Ranau: Pengungkit Ekonomi Lampung Barat

Jika terwujud, PLTP Danau Ranau 40 MW akan menjadi pengungkit ekonomi besar bagi Lampung Barat. Proyek dengan investasi US$228 juta ini diperkirakan menyerap 175 tenaga kerja langsung dan menciptakan efek pengganda 1.051 orang.

Pemerintah telah menerima Letter of Interest dari PT Cakrawala dan PT Ignis, serta TAQA, dan ditargetkan beroperasi pada 2032.

Kehadirannya akan menggantikan pembangkit diesel berbiaya tinggi, selaras dengan visi Lampung Barat sebagai Kabupaten Konservasi.

Baca juga:
* Ulubelu: Tonggak Hijau Transisi Energi Indonesia

Menyongsong Masa Depan: Air Hitam dan Gunung Rajabasa

Harapan besar juga tertuju pada Air Hitam (Lampung Barat) dan Gunung Rajabasa (Lampung Selatan) untuk menyusul hadirnya PLTP.

Namun, pengembangan Gunung Rajabasa masih menghadapi tantangan penolakan dari masyarakat dan pemerhati lingkungan.

Pendekatan inklusif dan keberlanjutan menjadi kunci agar energi hijau benar-benar membawa kesejahteraan.

Dengan sinergi pemerintah, BUMN, dan masyarakat, Lampung semakin kokoh sebagai lumbung energi hijau Indonesia.

#LumbungEnergiHijau #PLTPUlubelu #LampungMaju #EnergiBerkelanjutan

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *