31 Sangkar Tawon Gung di Pohon Sialang Penghasil Madu Hutan Berkualitas

31 Sangkar Tawon Gung di Pohon Sialang Penghasil Madu Hutan Berkualitas - Mahendra Utama
Satu pohon Sialang di Tahura Wan Abdul Rachman memiliki 31 sangkar tawon gung, menghasilkan madu hutan dan menggerakkan agroforestri. (Foto arsip Mahendra Utama)

Oleh: Mahendra Utama*

Ngopi Sore di Toko Kopi Mineral

Sore itu, pesan WhatsApp dari sahabat Uda Iskandar berisi ajakan ngopi di “rumah ketiga” kami Toko Kopi Mineral, Pasar Raya Lebak Budi, Bandar Lampung.

Read More

Selain kopi Tubruk 89, ada sebotol madu hutan dari Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdurahman. Tanpa pikir panjang, saya setuju.

Selepas Isya, sekitar pukul 20.30 WIB, Mas Yopie Pangkey influencer media sosial Lampung telah tiba lebih dulu.

Disusul Uda Iskandar bersama Mas Benny, alumni Dokter Kakao Sulawesi. Benar saja, Uda Is membawa sebotol madu hutan untuk saya.

Satu Pohon, 31 Sangkar Tawon Gung

Uda Iskandar bercerita, madu hutan itu berasal dari satu pohon Sialang yang memiliki 31 sangkar tawon gung (Apis dorsata) lebah madu hutan raksasa yang masih liar dan sulit dibudidayakan.

Pohon Sialang adalah pohon besar tempat lebah madu hutan bersarang. Di Sumatera, pohon ini disebut sialang yang berarti “elang”, karena sarang lebah madu kerap diserang elang.

Lokasinya berada di Tahura Wan Abdurahman, kawasan konservasi seluas 22.245,50 hektare yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan.

Tanpa basa-basi, saya bertanya siapa pengelolanya. Uda Is menyebut Muhadi, pengelola agroforestri berusia 34 tahun yang telah mengelola kawasan Tahura Wan Abdurahman sejak 2010.

Usaha madu hutan baru digelutinya sejak 2020. Tepat saat itu, Bang Jeck alumni Fakultas Kehutanan IPB bergabung.

Agroforestri dan Madu Hutan

Sistem agroforestri yang diterapkan Muhadi berperan penting meningkatkan ekonomi petani sekaligus melestarikan hutan. Dengan pola ini, masyarakat dapat memanen hasil secara berkala.

Keberadaan pohon Sialang dan lebah madu hutan erat kaitannya dengan kondisi hutan dan jenis tumbuhan berbunga di sekitarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga meresmikan eco bee park di Tahura Wan Abdurahman sebagai outlet madu hutan yang dihasilkan petani.

Brand produk hutan Lampung diharapkan meningkatkan nilai komoditas dan kesejahteraan petani.

Baca juga:
* Pilot Multi-Usaha Kehutanan: Ujian bagi Pesawaran dan Lampung Selatan

Ngalor Ngidul Hingga Larut

Kami berlima bincang ditemani kopi Arabika Mandailing, Arabika Gunung Puntang, dan kopi Tubruk Liwa Lampung Barat hingga pukul 22.30 WIB.

Dalam benak, sosok Mas Muhadi dengan 31 sangkar tawon gung di pohon Sialang terus terngiang.

Semoga program agroforestri di Lampung makin maju, berujung pada kesejahteraan pengelola dan masyarakat sekitar hutan.

*Penulis Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan

#MaduHutan #TahuraWanAbdurahman #PohonSialang #AgroforestriLampung #KopiDanMadu

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *