Sterilisasi Bakauheni Mulai Diuji Coba, Pengguna Jasa: Jangan Sampai Tambah Antrean

Sterilisasi Pelabuhan Bakauheni Merak Mulai Diuji Coba Pengguna Jasa Jangan Sampai Tambah Antrean - ASDP - BUMN
Suasana antrean kendaraan di pelabuhan. (Foto: AsDP)

Pelabuhan Bakauheni memasuki babak baru. Mulai 1 Juni 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi memulai uji coba sterilisasi kawasan pelabuhan. Akses keluar-masuk kendaraan dan personel kini diatur lebih ketat. Penerapan penuh dijadwalkan berlaku 15 Juni 2026.

Di sisi Merak, One Gate System sudah berjalan sejak 25 Mei 2026, menyatukan akses masuk kendaraan layanan Express dan Reguler ke satu gerbang utama. Di sisi Bakauheni, ASDP mendorong pendekatan berbasis teknologi: face recognition, Radio Frequency Identification (RFID), CCTV, dan sistem monitoring kendaraan terintegrasi.

Read More

Secara operasional, sterilisasi ini mencakup beberapa perubahan nyata di lapangan: penguatan pengawasan di seluruh area pelabuhan, penertiban aktivitas sesuai fungsi masing-masing zona, kewajiban penggunaan tanda pengenal dan alat pelindung diri bagi personel, serta pengaturan akses kendaraan lewat sistem stiker dan platform digital.

Kendaraan berbahan bakar minyak tidak lagi boleh beroperasi di dalam kawasan pelabuhan. Sebagai penggantinya, ASDP menyiapkan shuttle bus listrik dan kendaraan listrik roda dua untuk mobilitas internal.

Kabar ini disambut dengan hati-hati oleh pengguna jasa yang sudah lama akrab dengan kedua pelabuhan.

Arif Rahman (39), warga Bandar Lampung yang bekerja di Jakarta dan rutin menyeberang Merak-Bakauheni, menyebut arah kebijakan ini sudah benar. Tapi eksekusinya yang akan jadi penentu.

“Penerapan sistem satu gerbang dan teknologi baru ini harusnya mempercepat proses verifikasi tiket, bukan malah menciptakan bottleneck baru yang membuat antrean kendaraan mengular sebelum masuk pelabuhan,” ujarnya.

“Teknologi harus mempermudah, bukan mempersulit,” harapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kesiapan armada shuttle.

“Jumlah shuttle harus memadai dan frekuensi keberangkatannya tinggi. Saya tidak ingin waktu terbuang hanya untuk menunggu jemputan, apalagi kalau sedang bawa barang banyak atau bepergian bersama anak kecil.”

Sosialisasi pun jadi perhatiannya.

“Papan petunjuk harus sangat jelas, petugas di lapangan harus informatif, dan sosialisasi di media sosial serta aplikasi Ferizy harus masif. Jangan sampai pelanggan tertinggal kapal hanya karena bingung dengan zonasi baru.”

Fajar, driver travel antarpulau yang rutin melintas di kedua pelabuhan, menyambut sisi lain dari kebijakan ini. Baginya, yang paling mendesak adalah keamanan dan kenyamanan kawasan.

“Area pelabuhan harus benar-benar bersih dari tindakan kriminal, copet atau pencurian di area parkir. Kawasan pelabuhan harus jadi ruang publik yang aman dan ramah bagi siapa saja, bahkan di jam-jam krusial seperti tengah malam,” katanya.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa sterilisasi pelabuhan adalah bagian dari transformasi layanan yang berorientasi pada keselamatan dan ketertiban.

“Melalui program ini, aktivitas di kawasan pelabuhan akan semakin teratur dan akses lebih terkontrol,” ujarnya.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan bahwa penggunaan kendaraan listrik di dalam kawasan bukan sekadar efisiensi operasional.

“Langkah ini mencerminkan komitmen ASDP dalam mendukung implementasi Green Port melalui pemanfaatan transportasi ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca juga:
* ASDP dan KSP Bahas Integrasi Merak-Bakauheni dan Ekspansi Rute Internasional Batam-Johor Baru

Kebijakan ini berpijak pada dua regulasi utama: UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan PP Nomor 91 Tahun 2021 tentang Zonasi dan Sterilisasi Pelabuhan Penyeberangan.

Bagi jutaan warga Lampung yang menggantungkan konektivitasnya ke Jawa pada Pelabuhan Bakauheni, dua pekan uji coba ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya.

Apakah modernisasi ini benar-benar memudahkan, atau justru menambah panjang daftar keluhan yang sudah lama akrab di pelabuhan tersibuk di Selat Sunda itu.

(Sumber: kabarbumn)

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *