Kini, langit Nusantara kembali bergeliat. Citilink, maskapai grup Garuda Indonesia, secara konsisten melakukan reaktivasi armadanya.
Hingga November 2025, mereka telah menambah satu pesawat Airbus A320, sehingga total armada yang aktif beroperasi menjadi 31 unit dari target 36 pesawat hingga akhir tahun.
Ini adalah momentum tepat untuk mendorong pemerataan konektivitas udara, khususnya bagi Provinsi Lampung.
Komitmen Citilink dalam memulihkan kapasitasnya patut diapresiasi. Direktur Utama Citilink, Capt. Darsito Hendroseputro, menegaskan bahwa penambahan armada ini adalah momentum penting untuk memperluas jaringan dan memperkuat keandalan layanan.
Fokus mereka pada restorasi 56 armada yang dimiliki untuk bisa terbang optimal di tahun 2025 juga menunjukkan strategi jangka panjang yang solid.
Namun, ketika melihat layanan ke Lampung, masih terasa adanya kesenjangan. Data terbaru menunjukkan bahwa frekuensi penerbangan Citilink pada rute Jakarta – Lampung masih sangat terbatas, hanya dua penerbangan sehari.
Kondisi ini kontras dengan potensi ekonomi dan mobilitas masyarakat Lampung yang tinggi.
Membuka Konektivitas Baru untuk Lampung
Keberhasilan Citilink membuka rute baru Jakarta (HLP) – Way Kanan (WTX) pada November 2025 membuktikan bahwa ada pasar yang kuat di Lampung.
Rute yang dilayani dua kali seminggu ini langsung disambut antusias masyarakat, karena memangkas waktu tempuh dari sebelumnya 8-10 jam perjalanan darat menjadi hanya sekitar 90 menit.
Ini seharusnya menjadi pilot project untuk membuka lebih banyak rute dari dan ke Lampung.
Baca juga:
* Moda Transportasi Pilihan Masyarakat Lampung ke Jakarta
Dengan tambahan pesawat yang terus berlanjut, sudah seharusnya Citilink tidak hanya menambah frekuensi pada rute Jakarta-Lampung yang sudah ada, tetapi juga membuka rute baru.
Rute langsung dari Bandar Lampung dan Way Kanan ke destinasi lain seperti Bali, Surabaya, atau Yogyakarta bukanlah sebuah kemustahilan. Langkah ini akan mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada transit di Jakarta.
Ekspansi rute ke Indonesia Timur yang menjadi fokus Citilink patut didukung, namun jangan sampai mengabaikan potensi wilayah strategis seperti Lampung.
Dengan armada yang bertambah, harapan masyarakat Lampung untuk memiliki konektivitas yang lebih baik dan setara dengan daerah lainnya di Indonesia harus segera diwujudkan.
*Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan
#KonektivitasLampung #CitilinkBukaRute #PembangunanDaerah #TransportasiAdil #EkosistemLogistik



