Apakah Pagar Way Kambas Efektif Menghentikan Konflik Gajah? Pemerintah Siapkan Rp839 Miliar

Pemerintah menyiapkan Rp839 miliar untuk pembangunan pagar dan kanal di Taman Nasional Way Kambas Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut langkah ini sebagai solusi konflik manusia dan gajah. (Foto: Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)

Rencana pembangunan pagar dan kanal di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali menjadi perhatian publik setelah pemerintah menyatakan menyiapkan anggaran sekitar Rp839 miliar untuk proyek tersebut.

Infrastruktur ratusan miliar ini diharapkan mampu meredam konflik antara manusia dan gajah yang telah berlangsung puluhan tahun di wilayah tersebut.

Read More

Anggaran tersebut merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto untuk pembangunan pagar pembatas, kanal, serta program restorasi ekosistem di kawasan konservasi Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan mengurangi pergerakan gajah liar yang sering keluar dari kawasan taman nasional dan memasuki permukiman serta lahan pertanian warga.

Pembangunan infrastruktur tersebut rencananya juga akan melibatkan satuan zeni dari TNI Angkatan Darat untuk memastikan kualitas dan ketahanan konstruksi.

Gubernur Lampung Sambut Kebijakan Pemerintah

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan konflik gajah vs manusia yang selama ini terjadi di sekitar Way Kambas.

Menurutnya, konflik tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap keselamatan warga serta keberlanjutan sektor pertanian masyarakat di desa penyangga kawasan hutan.

“Perhatian Bapak Presiden kepada warga sekitar Way Kambas sangat luar biasa. Konflik antara manusia dan gajah sudah berlangsung puluhan tahun dan perlu solusi yang menyeluruh,” ujar Mirza dalam keterangan resminya.

Gubernur Mirza menilai pembangunan pagar dan kanal tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa liar di habitat alaminya.

Konflik Gajah yang Berlangsung Lama

Konflik antara manusia dan gajah di sekitar Way Kambas bukanlah persoalan baru.

Kawanan gajah liar kerap keluar dari kawasan hutan untuk mencari makan dan memasuki lahan pertanian warga di desa-desa sekitar Taman Nasional Way Kambas.

Kerusakan tanaman pertanian seperti padi, jagung, hingga singkong sering dilaporkan warga setiap kali kawanan gajah melintas di wilayah permukiman.

Dalam beberapa kasus, konflik tersebut bahkan menimbulkan korban jiwa serta kerugian ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Baca juga:
* Anak Gajah Lahir, Kabar Bahagia Akhir Tahun 2023 dari TNWK

Apakah Pagar Bisa Menjadi Solusi?

Pembangunan pagar dan kanal dipandang sebagai salah satu cara untuk memisahkan habitat gajah dengan wilayah aktivitas manusia.

Dengan adanya pembatas fisik, pergerakan gajah diharapkan tetap berada di dalam kawasan hutan.

Selain pembangunan pagar, pemerintah juga merencanakan program restorasi ekosistem di kawasan Way Kambas Lampung Timur agar habitat satwa tetap terjaga dan menyediakan sumber pakan alami yang cukup bagi gajah.

Meski demikian, upaya mengurangi konflik manusia dan satwa liar umumnya tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan pengelolaan habitat yang baik serta keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *