Dari Daging hingga Kulit, Semua Bagian Durian Bisa Dihasilkan

Dari Daging hingga Kulit Semua Bagian Durian Bisa Dihasilkan - Mahendra Utama
Hilirisasi durian Lampung membuka nilai tambah dari daging, biji hingga kulit, sekaligus mendorong ekonomi sirkular dan usaha baru. (Foto: arsip Mahendra Utama)

Oleh Mahendra Utama*

Bayangkan, satu buah durian tidak hanya dinikmati segar. Di Lampung, durian telah diolah menjadi dodol, pancake, tempoyak, es durian, hingga donat biji durian.

Read More

Bahkan ada kopi durian bubuk khas Lampung yang dijual Rp15.000 per 100 gram dan mampu terjual 70 bungkus per hari. Lalu, apa lagi yang bisa lahir dari hilirisasi durian?

Daging Durian: Pangan Olahan Tak Terbatas

Daging durian dapat diolah menjadi es krim, selai, lempok, hingga durian kupas beku yang tahan lama. Di Lampung, ada juga sekhawa ketan durian yang disajikan sebagai santapan saat istirahat panen padi.

“Durian dijuluki sebagai rajanya buah (king of fruits)”, dan potensinya besar untuk dikembangkan sebagai produk wisata kuliner.

Biji Durian: dari Limbah Jadi Bahan Pangan Bernilai

Biji durian selama ini terbuang. Padahal, biji durian mengandung karbohidrat 43,6 gram per 100 gram dan dapat diolah menjadi tepung.

Penelitian menunjukkan tepung biji durian memiliki keunggulan: lebih tinggi serat, lebih rendah karbohidrat, dan tidak lagi beraroma durian sehingga tidak mengganggu cita rasa produk. Tepung ini bisa menjadi bahan baku cake, mie, hingga donat.

Kulit Durian: dari Sampah Jadi Energi Hijau

Kulit durian mencapai 60–75% dari total buah. Di musim panen, limbah kulit durian bisa mencapai 1,5–2 ton per hari.

Namun kini kulit durian bisa dihilirisasi menjadi briket energi hijau, bahan pengemas ramah lingkungan (biodegradable), arang aktif, hingga eco-enzyme untuk pupuk organik dan pembersih.

“Indonesia ini punya durian yang berlimpah, otomatis kulitnya juga melimpah. Kalau dibiarkan, hanya jadi sampah. Tapi kalau diolah, kulit durian bisa jadi arang aktif yang memiliki nilai jual,” ujar peneliti Polije Setyo Andi.

Teori Hilirisasi: Nilai Tambah dan Keadilan Ekonomi

Hilirisasi adalah strategi mengubah komoditas primer menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Amartya Sen (1999) menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang sejati adalah ketika masyarakat memperoleh kebebasan lebih besar untuk memilih sumber penghidupan.

Hilirisasi durian memberi petani pilihan: tidak hanya menjual buah segar, tetapi juga mengolahnya menjadi produk tahan lama, membuka usaha baru, dan menciptakan lapangan kerja.

Pemerintah Provinsi Lampung pun optimistis mempercepat hilirisasi komoditas unggulan untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang merata.

Baca juga:
* Membangun Lumbung Pangan dan Jaringan Ekonomi: Menggagas Masa Depan Agribisnis Lampung

Durian, Ekonomi Sirkular, dan Masa Depan

Konsep zero waste menjadi solusi: daging untuk pangan, biji untuk tepung, kulit untuk energi dan bahan ramah lingkungan.

Dari satu buah durian, semua bagian bisa menghasilkan nilai. Inilah hilirisasi holistik bukan sekadar industri, tapi juga keberlanjutan.

*Penulis Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan

‘#HilirisasiDurian #EkonomiSirkular #LampungBerkemajuan #DurianLampung #ZeroWaste

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *