Sebanyak 40 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sriminosari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, mengikuti pelatihan penguatan usaha berbasis mangrove pada 24 September 2026.
Kegiatan bertema “Scale-Up Usaha Perempuan Pesisir Berbasis Mangrove melalui Penguatan Pemasaran dan Digitalisasi” ini menjadi bagian dari dukungan program FOLU Net Sink 2030, kerja sama Indonesia dan Norwegia (Norway Contribution), untuk mendorong perempuan pesisir naik kelas dari pelaku usaha rumahan menjadi pemain pasar yang lebih luas.
Mangrove Dijaga, Ekonomi Perempuan Digerakkan
Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Awal Budiantoro, yang mewakili Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pengelolaan mangrove tidak bisa berhenti pada rehabilitasi ekosistem. Masyarakat di sekitarnya, terutama perempuan, juga harus mendapat manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
“Menjaga mangrove tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Masyarakat yang hidup di sekitarnya juga harus mendapatkan manfaat. Perempuan pesisir harus diberi ruang untuk berkembang, mengelola usaha, memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan keluarganya,” ujar Awal Budiantoro.
Perempuan dinilai punya peran strategis, baik dalam mengatur ekonomi rumah tangga maupun menggerakkan usaha kelompok di tingkat desa.
Dari Pengemasan sampai Pemanfaatan AI
Selama pelatihan, 40 peserta mendapat materi soal strategi pemasaran, pengembangan kemasan dan identitas produk, pemanfaatan media digital, hingga perluasan akses pasar.
Tiga pemateri turun langsung: Pratnyaparamitha membahas scale-up usaha dan penguatan produk, Fajri Amien menjelaskan branding dan perluasan pasar, sementara Yopie Pangkey memberikan materi digital marketing termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk desain label produk dan caption media sosial.
Peserta juga saling berbagi pengalaman soal tantangan yang mereka hadapi menjalankan usaha di wilayah pesisir, mulai dari akses pasar hingga konsistensi produksi.
Prinsip Safeguard jadi Rambu Program
Selain penguatan usaha, peserta dibekali pemahaman soal prinsip safeguard FOLU Net Sink 2030, yakni rambu agar program memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Prinsip itu diwujudkan lewat pelibatan aktif perempuan, kesetaraan kesempatan, keterbukaan informasi, perlindungan lingkungan, manfaat nyata bagi masyarakat, dan tersedianya ruang untuk menyampaikan keluhan atau masukan.
“Kalau ada persoalan, jangan diam. Sampaikan. Kalau ada ide, sampaikan juga. Kegiatan seperti ini akan berhasil kalau masyarakat ikut menentukan dan merasakan manfaatnya,” pesan Awal.
Dari Pasar Pagi Sriminosari ke Sribawono dan Bandar Lampung
Ketua KWT Sriminosari, Kodariah, mengatakan produk buatan anggota KWT sebenarnya sudah laris di kalangan warga desa. Selama ini saluran pemasaran mereka masih mengandalkan pasar pagi yang rutin digelar setiap hari.
Namun para anggota KWT punya ambisi lebih besar. Produk seperti peyek, kerupuk, dan keripik yang mereka buat ingin menjangkau pasar di luar desa, mulai dari Sribawono yang berjarak paling dekat hingga Bandar Lampung.
“Pelatihan ini mengajarkan kami banyak ilmu baru, seperti pengemasan dan pemasaran melalui media sosial, juga pemanfaatan AI untuk membuat desain label produk dan caption media sosial,” kata Kodariah.
Baca juga:
* Menjaga Asa Pasca RHL: Saat Pohon dan Kelembagaan Harus Sama-sama Tumbuh
Mangrove Lestari, Usaha Warga Berkembang
Mangrove punya fungsi penting sebagai pelindung pantai, habitat berbagai biota, penyimpan karbon, sekaligus penopang kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, pengembangan usaha berbasis mangrove tetap harus memperhatikan daya dukung ekosistem agar tidak mengurangi fungsi ekologisnya.
Ke depan, kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan berlanjut ke praktik nyata di lapangan. Jika itu terjadi, manfaatnya bisa dirasakan berkelanjutan oleh anggota KWT, keluarga mereka, dan masyarakat Desa Sriminosari secara luas.



