TransNusa Jembatan Udara Lampung–Malaysia (2): Denyut Ekonomi Baru

2 - TransNusa Jembatan Udara Lampung–Malaysia - Denyut Ekonomi Baru
(Foto: TransNusa.co.id)

Oleh Mahendra Utama | Pemerhati Pembangunan

Penerbangan langsung bukan sekadar memindahkan penumpang; ia memangkas biaya transaksi ekonomi dan mempercepat integrasi pasar regional. Dampak berganda (multiplier effect) hanya terasa jika sektor hilir bergerak.

Read More

Di sinilah peran pelaku usaha wisata, hotel, kuliner lokal, dan restoran menjadi penentu. Tanpa mereka, kursi C909 hanya terisi satu arah.

Data Tourism Malaysia menunjukkan 21,1 juta kunjungan internasional Januari–Juni 2026, naik 2,5 persen.

Peluang Lampung menarik wisatawan Malaysia sangat terbuka. “Kami juga melihat potensi wisatawan dari Malaysia ke Lampung cukup besar,” ujar Datuk Bernard Francis.

Lee Thai Hung dari Tourism Malaysia menegaskan rute ini membuka kolaborasi strategis antarpelaku industri pariwisata kedua negara.

Baca juga:
* TransNusa Jembatan Udara Lampung–Malaysia (1): Perjuangan dan Kolaborasi

Apresiasi setinggi-tingginya untuk pelaku usaha wisata yang menyiapkan paket Tanjung Setia, hotel dan penginapan yang meningkatkan standar layanan, serta kuliner lokal dan restoran yang menjaga cita rasa Lampung.

Merekalah ujung tombak yang mengubah konektivitas menjadi kesejahteraan. Gubernur Mirza menegaskan dukungan penuh: “Apapun yang dilakukan untuk kemajuan Lampung, saya sangat mendukung kerjasama ini”.

Kini saatnya ekosistem pariwisata Lampung membuktikan bahwa jembatan udara ini layak diperjuangkan.

#TransNusa #LampungMalaysia #PariwisataLampung #MultiplierEffect #MahendraUtama

---

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *