Oleh Mahendra Utama*
Populasi Ayam Petelur Capai 14,8 Juta Ekor dan Surplus Telur 122 Ribu Ton
Di ujung selatan Sumatera, Lampung menjelma menjadi kekuatan baru industri peternakan unggas nasional.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen menjadikan Lampung sebagai Lumbung Protein Indonesia.
“Dengan kekuatan ganda ini, populasi ternak yang besar dan ketersediaan pakan, Lampung siap tampil sebagai Lumbung Protein Indonesia,” tegasnya.
Angka berbicara lantang. Berdasarkan BPS Peternakan Dalam Angka 2025, populasi ayam ras petelur Lampung mencapai 14.850.524 ekor.
Ketersediaan telur mencapai 220.627 ton, jauh melampaui kebutuhan 98.105 ton, menghasilkan surplus 122.522 ton. Daging ayam ras pedaging juga surplus 42.237 ton.
Teori Keunggulan Komparatif dan Pemerataan Sentra
Mengacu pada teori Comparative Advantage David Ricardo, Lampung unggul berkat ketersediaan jagung sebagai pakan serta posisi strategis dekat Pelabuhan Bakauheni.
Pemerataan produksi di lima kabupaten utama menciptakan sentra-sentra baru penggerak ekonomi lokal. Lampung Selatan memimpin produksi telur, Lampung Tengah dan Lampung Timur menyusul.
Baca juga:
* Bukan Sekadar Kandang: Membedah Megaproyek Hilirisasi Ayam Lampung, Siapa yang Benar-Benar Cuan?
Langkah hilirisasi mulai mengemuka. Pemprov bekerja sama dengan BUMD Darmajaya DKI Jakarta untuk mengirim ayam dalam bentuk potong atau olahan, tidak lagi ayam hidup.
Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) gencar dilakukan untuk menjamin keamanan pangan.
Dengan produksi melimpah dan ekosistem yang matang, Lampung bukan sekadar pemasok protein bagi Jawa, melainkan fondasi ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
*Penulis Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan
#LumbungProtein #LampungUnggas #EksporAyam #KetahananPangan #MBG



