Oleh Mahendra Utama*
Medio Agustus 2026 menjadi titik tunggu yang paling dinantikan para pemangku kepentingan transportasi udara di Lampung.
Pasalnya, di bulan inilah aksi nyata TransNusa dan Wings Air mulai terlihat di Bandara Radin Inten II menghadirkan rute baru, menambah frekuensi, hingga membuka jalur internasional perdana.
Jika sebelumnya Lampung hanya menjadi tujuan akhir, kini wilayah ini bersiap menjelma menjadi simpul konektivitas yang diperhitungkan di kancah nasional.
TransNusa Gandakan Frekuensi Jakarta–Lampung
Mulai 24 Agustus 2026, TransNusa meningkatkan frekuensi rute Jakarta (CGK)–Lampung (TKG) menjadi tiga kali sehari. Jadwal keberangkatan dari Jakarta pukul 07.10, 10.10, dan 17.50 WIB, sedangkan dari Lampung pukul 08.55, 16.35, dan 19.05 WIB.
CEO TransNusa Group, Datuk Bernard Francis, menegaskan langkah ini dirancang memperkuat ekosistem konektivitas domestik. “Kami melihat Lampung memiliki potensi sangat besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi pariwisata,” ujarnya.
Lampung–Kuala Lumpur: Penerbangan Internasional Reguler Perdana
TransNusa juga membuka rute internasional perdana Lampung–Kuala Lumpur (KUL) dengan frekuensi setiap hari mulai 24 Agustus 2026. Keberangkatan TKG pukul 11.40, tiba KUL 14.25; sebaliknya KUL pukul 15.00, tiba TKG 15.45. Harga tiket mulai Rp1.599.000.
Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo, mengonfirmasi, “Rute internasional ini dijadwalkan terbang setiap hari”.
Menurut Teori Transportation-Led Development, akses langsung ke hub internasional seperti KUL akan membuka peluang investasi dan pariwisata.
CEO TransNusa pun menambahkan, “Konektivitas yang lebih baik dapat membuka peluang bagi masyarakat, dunia usaha, dan pariwisata”.
Wings Air Hubungkan Lampung–Bandung Hanya 90 Menit
Wings Air membuka rute langsung Lampung–Bandung (BDO) mulai 6 Agustus 2026 dengan frekuensi tiga kali seminggu (Selasa, Kamis, Sabtu). Durasi penerbangan hanya 90 menit.
Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan, “Rute ini kami siapkan untuk mendukung perjalanan wisata, bisnis, pendidikan, maupun perjalanan dinas antara Jawa Barat dan Sumatera bagian selatan”.
General Manager Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menambahkan, “Operasional rute ini akan meningkatkan pelayanan penerbangan antardaerah serta memperluas konektivitas”.
Dampak Strategis bagi Lampung
Ketiga rute ini menjadi tonggak penting. Secara teori economic corridors, akses udara yang lebih luas akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan mobilitas tenaga kerja, dan membuka akses pasar baru.
Dengan hadirnya rute internasional dan domestik secara simultan, Lampung bertransformasi dari wilayah tujuan menjadi simpul konektivitas nasional.
Dari perspektif pembangunan, ini bukan sekadar tambahan jadwal penerbangan. Ini adalah pernyataan bahwa Lampung siap bersaing di kancah nasional dan regional.
*Penulis Mahendra Utama adalah Pemerhati Pembangunan
#KonektivitasLampung #TransNusa #WingsAir #BandaraRadinIntenII #PenerbanganBaru



